Kemenhub: Ada Perputaran Uang Rp 10,3 Triliun saat Mudik Lebaran 2019

Kompas.com - 09/04/2019, 21:13 WIB
Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). Meningkatnya volume kendaraan arus balik dan mengurai kemacetan pada H+3 di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Polres Tegal menerapkan sistem satu arah dari Jawa Tengah menuju Jakarta pada pukul 17.00. ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAHKendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Kalimati, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (18/6/2018). Meningkatnya volume kendaraan arus balik dan mengurai kemacetan pada H+3 di jalan tol fungsional Pejagan-Pemalang, Polres Tegal menerapkan sistem satu arah dari Jawa Tengah menuju Jakarta pada pukul 17.00.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan memprediksi akan terjadi perputaran uang sebesar Rp 10,3 triliun selama musim mudik Lebaran 2019. Uang itu akan dihabiskan pemudik untuk biaya transportasi maupun konsumsi.

"Total dana pemudik Jabodetabek yang dihabiskan di lokasi mudik sebesar 10,3 triliun rupiah," ujar Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo di Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Sugihardjo menambahkan, perputaran uang itu terbanyak mengalir di wilayah Jawa Tengah sebesar Rp 3,8 triliun, Jawa Barat sebesar Rp 2,05 triliun, dan Jawa Timur sebesar Rp 1,3 triliun serta sisanya mengalir tersebar ke wilayah lain di Indonesia.

"Sedangkan total biaya transportasi yang dibutuhkan pemudik dari Jabodetabek ke tujuan mudik sebesar Rp 6 triliun, terbanyak adalah ke Jawa Barat Rp 945 Miliar dan ke Jawa Timur Rp 791 Miliar," kata Sugihardjo.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi sebanyak 14.901.468 warga Jabodetabek akan melakukan mudik Lebaran 2019.

Angka ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga.

Survei ini diselenggarakan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

Metode yang digunakan adalah wawancara langsung dari rumah ke rumah kepada masyarakat (home interview) dan sebagai pelengkap juga dilakukan online survey.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X