Pemerintah Luncurkan INDI 4.0, Apa Itu?

Kompas.com - 15/04/2019, 12:07 WIB
Peluncuran INDI 4.0 diacara Indonesia Industrial Summit, Tengerang, Senin (15/4/2019)Kompas.com/YOGA SUKMANA Peluncuran INDI 4.0 diacara Indonesia Industrial Summit, Tengerang, Senin (15/4/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah meluncurkan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) pada gelaran Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019, Tengerang, Senin (15/4/2019).

INDI 4.0 adalah indikator penilaian tingkat kesiapan industri di Indonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, INDI 4.0 merupakan bagian dari Making Indonesia 4.0, peta jalan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi dunia pada 2030.

“Studi McKinsey menunjukkan, ini berpeluang meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar 120-150 miliar dollar AS pada 2025," ujarnya.

Baca juga: Industri 4.0: Janji dan Tantangan Para Capres Pemilu 2019

"Selain itu, juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen,” sambung dia

Tahap awal assessment INDI 4.0 diikuti oleh 326 perusahaan industri dari sektor industri makanan dan minuman, tekstil, kimia, otomotif, elektronika, logam, aneka, dan sektor engineering, procurement, and construction (EPC).

Adapun penilaiannya menggunakan mekanisme self-assessment oleh perusahaan dengan mengukur lima pilar. Mulai dari manajemen dan organisasi, manusia dan budaya, produk dan layanan, teknologi, serta operasional pabrik.

Rentang skor penilaian INDI 4.0 terdiri dari 5 level yakni level 0 yang artinya belum siap bertransformasi ke industri 4.0. Level 1 industri masih pada tahap kesiapan awal.

Selanjutnya, level 2 yakni industri pada tahap kesiapan sedang, level 3 industri sudah pada tahap kesiapan matang bertransformasi ke industri 4.0, dan level 4 industri yang sudah menerapkan sebagian besar konsep industri 4.0 di sistem produksinya.

"Secara umum, industri manufaktur Indonesia berada dalam posisi cukup siap menerapkan industri 4.0," kata Menperin.

Menurut Kemenperin, Era revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi.

Era ini juga akan memberikan peluang lapangan kerja baru di Indonesia hingga 18 juta orang, dengan 4,5 tenaga kerja baru diserap sektor industri dan 12,5 juta lainnya oleh sektor jasa penunjang industri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X