OJK: Pelaku Industri Jasa Keuangan Kerap Langgar Pedoman Iklan

Kompas.com - 16/04/2019, 16:14 WIB
Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito (tengah) di Jakarta, Selasa (16/4/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIADeputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito (tengah) di Jakarta, Selasa (16/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa keuangan ( OJK) menilai banyak iklan yang dikeluarkan oleh industri jasa keuangan tidak sesuai dengan pedoman yang sudah ditentukan.

Pasalnya, banyak iklan dari produk jasa keuangan yang memberikan penawaran menarik kepada masyarakat, namun abai dengan nilai-nilai dari iklan yang harus dipenuhi.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito menjelaskan iklan produk jasa keuangan seharusnya mencakup pernyataan yang akurat, jujur, jelas, dan tidak menyesatkan. Sehingga, masyarakat jadi tidak tersesat lantaran tergiur tawaran iklan produk jasa keuangan tersebut.

"Akurat itu penggunaan kata superlatif wajib disertai referensi yang kredibel," ujar Sarjito di Jakarta, (16/4/2019). 

Baca juga: Simak, Ini Tips Pilih Jasa Iklan yang Efektif

Beberapa pelaku industri yang masih kerap melakukan pelanggaran, ujar Sarjito, berasal dari pelau industri perbankan, asuransi, dan perusahaan pihak ketiga.

Sarjito mencontohkan, ketika sebuah pelaku industri jasa keuangan mencantumkan kata 'satu-satunya' dalam produk tersebut, maka harus disertai dengan data dari pihak ketiga mengenai kebenaran tersebut.

Selain itu, industri jasa keuangan juga harus menyajikan kinerja masa lalu dan proyeksi kinerja masa depan. Namun, mereka dilarang untuk menjanjikan keberhasilan atau imbal hasil dari suatu produk.

Baca juga: Belanja Iklan TV Marketplace Rp 4,97 Triliun, Siapa yang Rajin Beriklan?

Iklan yang ditampilkan pun harus memberi informasi yang jelas, yakni menggunakan bahasa yang mudah dipahami, serta wajib mencantumkan logo OJK dan penyataan 'terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan'.

Adapun untuk produk atau layanan syariah, pelaku indusrti yang bersangkutan wajib memperhatikan ketentuan berdasarkan prinsip syariah, juga tanda asterisk serta dilarang menyembunyikan informasi.

Jika sebuah produk memberikan janji pengembalian uang, maka wajib disertai dengan mekanisme secara detil dan jika menjanjikan jadian, informasi ketersediaan hadiah harus lengkap.

Baca juga: Belanja Iklan Dalam Negeri Capai Rp 40 triliun Setahun

"Contohnya jika iklan menyebutkan 'gratis hanya dengan membuka tabungan menawan senilai Rp 100 juta'. Itu tidak diperbolehkan, apabila konsumen  perlu melakukan suatu upaya tertentu terlebih dahulu, maka hal yang dijanjikan tersebut merupakan hadiah, bukan diberikan cuma-cuma. Gratis ya gratis jangan di tambah-tambahi ini itu," jelasnya. 

"Pemasaran juga tidak semata-mata berdasarkan hadiah, bonus, poin. Harus yang ditawarkan itu produknya," Tambah Sarjito.

Selain itu, dilarang menjanjikan proses yang tidak sesuai dengan prosedur, iklan dilarang diperankan oleh anak di bawah 7 tahun, pejabat negara, dan tokoh agama, serta menampilkan uang dalam iklan wajib sesuai norma dan ketentuan.

Kemudian iklan dilarang plagiasi atau menjatuhkan produk lain dan klaim halal hanya boleh dilakukan oleh produk yang telah sesuai prinsip syariah. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Jadi Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah, Ini yang Akan Dilakukan Erick Thohir

Whats New
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X