Perusahaan Kosmetik Ini Gunakan Kecerdasan Buatan untuk Rekrut Pegawai

Kompas.com - 29/04/2019, 19:59 WIB
Ilustrasi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi digital

LONDON, KOMPAS.com - Setidaknya dalam kurun waktu tiga dekade terakhir, internet telah mengubah lingkungan kerja profesional. Kini, artificial intelligence alias ( AI) alias kecerdasan buatan pun telah melakukan hal serupa.

Kecerdasan buatan pun kini banyak dimanfaatkan oleh industri dan perusahaan sebagai langkah efisiensi. Raksasa-raksasa teknologi seperti Amazon telah memimpin penggunaan AI dengan algoritma untuk personalisasi rekomendasi belanja, misalnya.

Namun demikian, tidak sedikit pula perusahaan yang memanfaatkan AI untuk memudahkan proses rekrutmen dan pengelolaan pegawai. Salah satunya adalah raksasa kosmetik L'Oreal.

Baca juga: McDonalds Caplok Startup Teknologi AI, Buat Apa?

Dikutip dari CNN Business, Senin (29/4/2019), L'Oreal menerima sekira 1 juta pelamar untuk setidaknya 15.000 posisi pekerjaan setiap tahunnya. Untuk memudahkan dan mempercepat proses rekrutmen, L'Oreal memanfaatkan AI.

"Kami benar-benar ingin menghemat waktu dan lebih fokus pada kualitas, keberagaman, dan pengalaman kandidat. Solusi AI bagi kami adalah cara terbaik untuk bisa melaju cepat di tengah-tengah tantangan yang ada," kata Eva Azoulay, wakil presiden direktur global departemen sumber daya manusia di L'Oreal.

L'Oreal menggunakan chatbot bernama Mya untuk menghemat waktu para perekrut dalam tahap pertama proses perekrutan. Mya menangani pertanyaan rutin dari para kandidat dan mengecek informasi detail seperti ketersediaan dan persyaratan visa.

Baca juga: Cerita Bos Tokopedia soal Inspirasi Kembangkan AI di Indonesia

Apabila kandidat berhasil lulus ke tahap berikutnya, mereka akan ditangani oleh Seedlink. Ini adalah perangkat lunak AI yang memberi nilai kandidat berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan saat wawancara.

Menurut Azoulay, nilai yang diberikan Seedlink tidak menggantikan penilaian manusia.

"Kami bisa merekrut kandidat yang kemungkinan tidak kami rekrut hanya berdasarkan CV, semisal profil pemasaran, atau profil keuangan untuk penjualan," jelas dia.

Hasil pemanfaatan AI dalam proses perekrutan L'Oreal pun menjanjikan. Untuk satu program magang, di mana 12.000 orang melamar untuk 80 posisi, perekrut mengaku telah menghemat waktu 200 jam dalam proses merekrut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X