Ini Ikhtiar SKK Migas Dongkrak Investasi

Kompas.com - 09/05/2019, 05:18 WIB
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, investasi hulu migas di empat bulan pertama 2019 belum mencapai target. Pencapaiannya hanya 70 persen senilai 3,17 miliar dollar AS. Jaraknya masih jauh untuk target tahunan sebesar 14,79 miliar dollar AS.

"Kita harap ke depan target investasi di 2019 adalah 14 miliar dollar AS, tertinggi dalam tiga tahun terakhir," ujar Dwi di kantor SKK MIigas, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Meski demikian, kata Dwi, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sebesar 38,1 juta dollar AS.

Secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 adalah sebesar 2,16 miliar dollar AS untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi.

“Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP dan KP sudah dialokasikan sebesar 1,14 miliar AS untuk meningkatkan penemuan eksplorasi,” kata Dwi.

Untuk mendongkrak investasi dan mencari investor baru dalam kegiatan eksplorasi, sejak 2018 SKK Migas mencanangkan “Exploration Roadshow” ke enam negara. SKK Migas gencar mempromosikan sepuluh area giant field.

Tidak hanya itu, SKK Migas juga mendorong kegiatan eksplorasi yang masif dengan membentuk Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) pada 30 April lalu.

Kurangnya investasi menyebabkan lifting minyak hingga April 2019 masih di bawah target. Capaian lifting minyak hingha April 2019 sebesar 750.000 bopd dari target 775.000 bopd dalam APBN.

Sementara itu, lifting gas sebesar 5.909 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Meski lifting minyak tak mencapai target, Dwi optimistis angkanya akan terus tumbuh di sisa waktu 2019. Saat ini ada 11 proyek utama yang akan mulai berproduksi di tahun 2019 yang diharapkan dapat mendongkrak lifting minyak.

“Dengan tambahan produksi mencapai 13.587 bopd dan 1.172 MMscfd, kami optimis pada akhir tahun target lifting dapat tercapai," kata Dwi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X