INACA Ingatkan Menhub bahwa Tarif Pengaruhi Bisnis Penerbangan

Kompas.com - 11/05/2019, 05:04 WIB
Ilustrasi: Sejumlah maskapai nasional terparkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan Kalimantan Timur KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoIlustrasi: Sejumlah maskapai nasional terparkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan Kalimantan Timur

JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana bakal mengupayakan menurunkan tarif batas atas untuk penerbangan berjadwal. Kabarnya, pemerintah berencana menurunkan TBA sebesar 15 persen.

Dari rencana itu Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyoroti ada beberapa hal yang musti diperhatikan pemerintah dalam menentukan TBA.

Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto menjelaskan, mekanisme peninjauan dan perubahan TBA saat ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2019.

“Perubahan harga memperhatikan perubahan harga avtur dan kurs dolar serta direview setiap tiga bulan, saat ini kurs dollar terhadap rupiah dan harga avtur lebih tinggi daripada saat penetapan TBA yang lalu,” katanya kepada Kontan.co.id pada Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Masyarakat Kecewa Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Apa Kata Menhub?

Dengan melihat itu, mustinya pemerintah tidak menurunkan TBA karena menurut Bayu, harga avtur dan nilai tukar rupiah terhadap dolar lebih tinggi. Artinya, biaya komponen operasional bagi maskapai sedang meningkat saat ini.

Kemudian, lanjut Bayu, harga tiket pesawat ditentukan oleh supply and demand yang dinamis. Adanya TBA berfungsi untuk melindungi konsumen supaya ada batasan ketika permintaan saat tinggi seperti saat lebaran yang sebentar lagi akan datang.

Jika akhir-akhir maskapai kerap menyebut bahwa harga yang ditetapkan saat ini merupakan harga keekonomian, hal tersebut dipatok demi menjamin kelangsungan industri dan tingkat keselamatan sesuai standar internasional.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal dan Tagar Kekecewaan Publik

“TBA ditetapkan berdasarkan harga nyata berdasarkan keseimbangan kemauan membeli konsumen dan biaya operasi terkini dengan tetap mengutamakan keamanan dan kelangsungan ekonomi industri yang sehat,” jelasnya.

Terakhir, tambah Bayu, jika TBA dipaksakan turun, maka dirinya meminta agar pemerintah memperhatikan dan mematuhi mekanisme yang sudah ada di peraturan yang berlaku. Kemudian, pemerintajh juga harus memperhatikan keadilan kepentingan baik dari maskapai maupun konsumen. (Harry Muthahhari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: INACA ingatkan Menhub bahwa tarif mempengaruhi bisnis penerbangan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ingin Indonesia Masuk 5 Ekonomi Terbesar Dunia di 2045, Apa Syaratnya?

Jokowi Ingin Indonesia Masuk 5 Ekonomi Terbesar Dunia di 2045, Apa Syaratnya?

Whats New
Periode Kedua Jokowi: SDM Jadi Prioritas Utama, 2045 Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Periode Kedua Jokowi: SDM Jadi Prioritas Utama, 2045 Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Whats New
Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel

Kementan Kucurkan Rp 600 Miliar untuk Program Serasi di Kalsel

Whats New
Jokowi Siapkan UU Lapangan Kerja dan UKM, Dongkrak Investasi?

Jokowi Siapkan UU Lapangan Kerja dan UKM, Dongkrak Investasi?

Whats New
Ingin Keluar dari Jebakan Kelas Menengah, Apa Langkah Jokowi?

Ingin Keluar dari Jebakan Kelas Menengah, Apa Langkah Jokowi?

Whats New
Ada Resesi, Disrupsi, dan Ada Porsi Kesalahan Sendiri

Ada Resesi, Disrupsi, dan Ada Porsi Kesalahan Sendiri

Work Smart
[POPULER MONEY] Menteri 'Ngeyel' | Tambahan 2 Boeing 737 NG yang Retak

[POPULER MONEY] Menteri "Ngeyel" | Tambahan 2 Boeing 737 NG yang Retak

Whats New
2045, Jokowi Ingin PDB Indonesia 7 Triliun Dollar AS dan Masuk 5 Ekonomi Besar Dunia

2045, Jokowi Ingin PDB Indonesia 7 Triliun Dollar AS dan Masuk 5 Ekonomi Besar Dunia

Whats New
Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bakal Banyak Tantangan...

Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Bakal Banyak Tantangan...

Whats New
Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City

Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City

Whats New
Setelah Dilantik, Ini 5 Prioritas Kerja Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf

Setelah Dilantik, Ini 5 Prioritas Kerja Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf

Whats New
Bambang Brodjonegoro soal Pemangkasan Eselon: Menurut Saya Itu Bagus...

Bambang Brodjonegoro soal Pemangkasan Eselon: Menurut Saya Itu Bagus...

Whats New
Pidato Jokowi: Insya Allah, 2045 Indonesia Telah Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Pidato Jokowi: Insya Allah, 2045 Indonesia Telah Keluar dari Jebakan Pendapatan Kelas Menengah

Whats New
Ketua MPR: Pembangunan Ekonomi Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Ketua MPR: Pembangunan Ekonomi Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Whats New
Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta

Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X