[POPULER MONEY] BI soal Viral Uang Disiram Bensin | Daftar Negara dengan Miliarder Terbanyak

Kompas.com - 13/05/2019, 05:39 WIB
Satuan Reskrim Polres Blora menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta, Jumat (20/4/2018).Dokumen Polres Blora Satuan Reskrim Polres Blora menunjukkan uang palsu pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,4 juta, Jumat (20/4/2018).

1. Viral Video Pastikan Keaslian Uang Rp 50.000 dengan Disiram Bensin, Ini Komentar BI

Sebuah video beredar luas di media sosial yang memperlihatkan seorang petugas SPBU menyiram uang kertas pecahan Rp 50.000 menggunakan bensin. Aksi ini kabarnya dilakukan sang petugas SPBU untuk membuktikan keaslian uang yang diserahkan oleh konsumen untuk membeli bensin.

Menanggapi hal itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ros­maya Hadi mengatakan, pihaknya tidak pernah melakukan edukasi untuk memastikan keaslian uang rupiah dengan menggunakan bensin.

Apa yang dilakukan Bank sentral untuk mengedukasi keaslian uang tersebut? Simak di sini

Baca juga: Tips Terhindar dari Uang Palsu Jelang Lebaran

2. Ini Daftar 15 Negara dengan Jumlah Miliarder Terbanyak di Dunia

Wealth-X, sebuah perusahaan riset yang berfokus pada data mengenai kekayaan para miliarder di seluruh dunia baru saja merilis hasil Billionaire Census 2019.

Di dalam sensus tersebut disebutkan terdapat 15 negara dengan jumlah populasi penduduk super kaya terbanyak di dunia, yang mendominasi 75 persen dari jumlah miliarder di seluruh dunia.

Selain itu, jumlah kekayaan yang diakumulasikan dari 15 negara tersebut mencapai 79 persen dari seluruh kekayaan para miliarder di seluruh dunia.

Negara mana saja yang paling banyak miliardernya? Bagaimana dengan Indonesia? Baca di sini

Baca juga: Penasaran dengan Hobi Para Miliarder Dunia? Berikut Daftarnya

3. Penumpang Sesak Nafas, Penerbangan Garuda Rute Surabaya-Singapura Mendarat di Soetta

Penerbangan Garuda Indonesia GA854 rute Surabaya - Singapura melakukan pengalihan pendaratan (divert) di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Pengalihan pendaratan tersebut dilakukan setelah awak kabin melihat salah satu penumpang di kursi ekonomi 22H mengalami sesak nafas.

"Pesawat rute Surabaya - Singapura itu terpaksa harus mengalihkan pendaratan di Jakarta karena alasan kemanusiaan setelah beberapa waktu pasca pesawat take off," kata Direktur Operasi Garuda Indonesia Kapten Bambang Adisurya Angkasa dalam siaran pers, Minggu (12/5/2019).

Halaman:



Close Ads X