China Balas Trump, Bursa Saham AS Jeblok

Kompas.com - 14/05/2019, 06:02 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat terkoreksi tajam setelah China mengumumkan akan melakukan aksi balas dari kenaikan tarif produk impor asal China oleh AS pada Jumat (10/5/2019) lalu.

China berencana akan kembali menaikkan tarif untuk 60 miliar dollar AS produk impor asal Amerika Serikat. Terakhir kali China melakukan aksi balas tarif dengan AS pada akhir tahun 2018 lalu.

Seperti dikutip dari CNN, Selasa (14/5/2019), indeks Dow Jones anjlok 617 poin setelah sempat melorot hingga 719 poin pada perdagangan Senin (13/5/2019) waktu setempat. S&P 500 merosot 2,4 persen sementara Nasdaq jeblok hingga 3,4 persen.

Dow Jones dan S&P 500 mengalami masa terburuknya pada perdagangan kali ini setelah terakhir juga sempat terkoreksi cukup tajam pada 3 Januari lalu. Nasdaq pun mengalami masa terburuknya sejak 4 Desember 2018.

Baca juga: Perang Dagang, Investor Tarik 20 Miliar Dollar AS dari Pasar Saham Global dalam Sepekan

Saham Dow Jones yang ditutup di zona hijau hanya saham Procter and Gamble, sementara untuk S&P 500 terdapat beberapa saham ditutup di zona hijau, terutama saham-saham yang bergerak di sektor utilitas, yang tidak memberikan dampak terhadap pergerakan pasar secara luas.

Indeks Russel 2000 yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil pun juga mengalami koreksi. Indeks Russel 2000 telah turun lebih dari 10 persen setelah sempat menembus rekor tertingginya pada Agustus 2018.

Pekan lalu, ketegangan perdagangan kembali meningkat antara Washington dan Beijing. Meningkatnya tensi perdagangan kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut dimulai dengan tweet dari Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu, 5 Mei.

Trump mengancam tarif lebih lanjut pada impor Cina, dan secara resmi menerapkan tarif pada Jumat (10/5/2019).

Trump memutuskan untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen untuk beberapa barang impor asal China senilai 200 miliar dollar AS. Tarif tambahan diharapkan tidak dikenakan pada barang yang sudah dalam perjalanan.

Pasar saham AS sempat mengalami perbaikan setelah Trump dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin menyebut hasil pertemuan perdagangan dengan pihak China pada pekan lalu konstruktif. Namun, Dow mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan 2,1 persen lebih rendah.

Selama akhir pekan, Trump berikicau di akun Twitternya secara ekstensif tentang perselisihan perdagangan. Dia meminta perusahaan-perusahaan AS untuk memproduksi barang-barang di dalam negeri agar menghindari tarif.

Selain itu, dia juga mengatakan kesepakatan perdagangan akan lebih buruk bagi China jika negosiasi perdagangan terus berlarut hingga melewati pemilihan presiden pada tahun 2020.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X