Serba Serbi Mukena Rp 3,5 Juta Syahrini, Kok Bisa Mahal Banget?

Kompas.com - 31/05/2019, 11:35 WIB
Penyanyi Syahrini mempromosikan mukena yang dinamainya Mukena Fatimah Syahrini di akun Instagramnya. Instagram/SyahriniPenyanyi Syahrini mempromosikan mukena yang dinamainya Mukena Fatimah Syahrini di akun Instagramnya.

  JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam sepekan terakhir, masyarakat dibuat heboh dengan mukena yang diperkenalkan artis Syahrini. Ia mengeluarkan koleksi mukena premium yanga dibanderol Rp 3,5 juta.

Mukena tersebut dinamakan mukena Fatimah Syahrini dan dijual melalui akun Instagram @fatimahsyahrini. Akun tersebut memang khusus menjual perlengkapan muslim wanita yang dikelola tim Syahrini.

Pertama kali video Syahrini mengenakan mukena mahal tersebut diunggah yakni pada 21 Mei 2019.

Di video tersebut, Syahrini juga membuat tutorial cara memakai mukena tersebut yang ternyata berbeda dengan mukena biasa. Talinya diikatkan di bagian dalam seperti menggunakan ciput.

Baca juga: Ditjen Pajak soal Mukena Syahrini: Omzet Rp 4,8 Miliar Wajib Jadi Pengusaha Kena Pajak

Modelnya memang seperti mukena biasa, kain dengannhiasan renda di bagian tengah badan dan bagian bawah. Namun, mukena tersebut memiliki beberapa detil khusus yang membuatnya menjadi premium.

Apa saja keistimewaan mukena mewah Syahrini yang membuatnya mahal?

1. Produk eksklusif

Dalam Instagramnya, Syahrini terus mempromosikan mukena mewahnya tersebut. Dalam salah satu unggahan, ia menyebutkan bahwa mukena tersebut dirancang khusus oleh Syahrini. Bahannya pun dari material handmade yang diproduksi oleh pabrik sendiri dan tidak dijual di manapun.

2. Logo "SYR" di mukena

Terdapat tiga varian warna mukena Syahrini, yaitu beige, pink, dan putih. Yang membuatnya beda dari mukena lain yakni logo "SYR" yang menjadi motifnya. Diketahui, SYR merupakan insial namanya yang telah mendapat hak paten dagang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Whats New
BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Rilis
Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Whats New
Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Whats New
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Whats New
Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Whats New
Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

BrandzView
Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Whats New
Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Rilis
Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X