Angka Kecelakaan Turun, Mudik Tahun Ini Dianggap Berhasil

Kompas.com - 05/06/2019, 12:11 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Data kecelakaan yang dihimpun Korps Lalu Lintas Polri mrnunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan di musim mudik Lebaran tahun ini. Selama pantauan H-7 hingga H-3 Lebaran, terjadi 284 kecelakaan.

Dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 703 kejadian, terjadi penurunan 60 persen.

Jumlah korban meninggal juga menurun 59 persen dari 148 orang pada 2018 menjadi 61 orang pada mudik tahun ini. Usia produktif antara 15-50 tahun masih mendominasi korban kecelakaan, yakni 355 orang dari total 506 orang atau sebesar 70 persen.

Baca juga: Menhub Apresiasi Arus Mudik Aman dan Lancar

Sementara itu, sepeda motor masih menjadi penyebab kecelakaan tertinggi, yakni 65 persen. Meski begitu, ada penurunan jumlah kecelakaan dengan sepeda motor sebesar 64 persen, dari 879 kejadian di 2018 menjadi 313 kejadian.

Melihat turunnya angka kecelakaan tersebut, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menganggap mudik tahun ini menunjukkan keberhasilan dalam berbagai aspek.

"Menurunnya angka kecelakaan ini dapat diartikan meningkat kesadaran berlalu lintas, ketersediaan infrastruktur yang makin membaik dan penetapan sejumlah strategi manajemen rekayasa lalu lintas yang diterapkan," kata Djoko dalam keterangan tertulis, Rabu (5/6/2019).

Baca juga: Rhenald Kasali: Akhirnya Mudik Aman dan Lancar

Selain lebih aman, kata Djoko, mudik kali ini juga lebih nyaman. Ditambah lagi kesiapan jalan nasional, provinsi dan kabupaten/kota yang semakin membaik dengan dilengkapi rambu, marka, dan penerangan jalan umum.

Tol Trans Jawa sudah terhubung dari Merak hingga Probolinggo dan bercabang hingga Malang. Meski Tol Trans Sumatera belum terhubung penuh, namun sudah dapat digunakan hingga Palembang dari Bakauheni untuk membantu pemudik ke Palembang yang tidak mampu beli tiket pesawat dari Jakarta ke Palembang.

Waktu tempuh hingga ke Solo dan sekitarnya, pada dua tahun lalu minimal 30 jam.

"Sejak tahun lalu sdh bisa 10 jam. Untuk kondisi normal hanya sekitar 7 jam menggunakan Tol Trans-Jawa," kata Djoko.

Baca juga: Angka Kecelakaan Mudik 2019 Turun, Menhub Minta Tetap Waspada

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Larangan Mudik, Kemenhub Bakal Terbitkan Surat Edaran

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | 'Strict Parents', Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

[KURASI KOMPASIANA] Ketika Orangtua Terlalu Membandingkan Prestasi Akademik Antar-anak | "Strict Parents", Jangankan Pacaran, Izin Main Saja Susah

Rilis
Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Mengenal Arti Leasing dan Bedanya dengan Kredit

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

[KURASI KOMPASIANA] Sedarah tapi Saling Cemburu | Pandangan Keliru tentang Anak Sulung | Puncak Sibling Rivalry Ada pada Pembagian Harta Warisan

Rilis
Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Ingin Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Rilis
Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Update 10 Sekolah Ikatan Dinas Favorit: STIS dan STAN Banjir Peminat

Whats New
Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Pemerintah Minta Pekerja Swasta Tidak Mudik Lebaran

Whats New
Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Deposito Nasabah Bank Mega Syariah Rp 20 Miliar Raib, Ini Kronologinya

Whats New
Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Simak Proyeksi IHSG Pekan Depan

Earn Smart
Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Ada Relokasi VMS, Jasa Marga Lakukan Buka Tutup Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Whats New
Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Tutup Bisnis Perbankan Ritel, Ini Nasib Nasabah dan Karyawan Citigroup

Whats New
Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Formasi CPNS 2021 Ini Bisa Diikuti Pelamar Usia 40 Tahun

Whats New
[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

[TREN FOODIE KOMPASIANA] Bikin Risol Mayo, Bisa untuk Camilan Buka Puasa, Loh! | Resep Pastel Tutup Klasik, Lezat dan Bergizi!

Rilis
Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Menhub Terus Upayakan Kendaraan Listrik Jadi Kebutuhan Massal

Whats New
Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Petani di Jawa Timur Rasakan Banyak Manfaat dari Kartu Tani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X