Terjadi Inflasi 0,68 Persen pada Mei 2019, Apa yang Kita Rasakan?

Kompas.com - 10/06/2019, 18:47 WIB
Ilustrasi inflasi THINKSTOCKS/TANG90246Ilustrasi inflasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) selalu merilis data inflasi atau deflasi setiap bulan. Data ini kerap dibandingkan dengan bulan sebelumya atau bulan yang sama di tahun sebelumya.

Bahkan, rilis data inflasi sama teraturnya dengan data ekspor impor atau neraca perdagangan Indonesia yang sangat penting.

Sebagian orang mungkin bertanya, apa pentingnya inflasi? Bagaimana dampaknya bagi di kehidupan masyarakat sehari-hari? Apa masyarakat merasakan inflasi?

Baca juga: Cabai Merah dan Tiket Transpotasi Dongkrak Inflasi Mei 2019 Jadi 0,68 Persen

Seperti dijelaskan BPS, indeks harga konsumen (IHK) di masyarakat merupakan alat ukur terjadinya inflasi atau deflasi.

Secara sederhana, inflasi menandakan meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu.

Ini kebalikan dari deflasi yang mencerminkan kondisi di mana harga-harga secara umum dan terus-menerus mengalami penurunan.

Baca juga: BI Yakini Inflasi di Mei 2019 Hanya Musiman

Pada Mei 2019 lalu, BPS mencatat telah terjadi sejumlah kenaikan harga-harga secara umum. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya inflasi sebesar 0,68 persen.

"Secara umum ada kenaikan harga di 82 kota," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Senin (10/6/2019).

BPS mencatat, komoditas yang mengalamai kenaikan harga pada Mei 2019 yakni cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, telur ayam ras, kentang, tomat sayur, cabai rawit, bayam, hingga kangkung.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara, tarif kereta api, nasi dengan lauk, gula pasir, rokok kretek filter, hingga tarif parkir.

Baca juga: Minggu Terakhir Mei 2019, Inflasi Masih Terkendali

Kenaikan harga itu disebabkan oleh meningkatkan permintaan masyarakat lantaran bulan Ramadhan juga jatuh pada Mei 2019.

Kenaikan harga tersebut pastinya membuat harga jual menjadi lebih mahal sehingga masyarakat harus membeli dengan mengeluarkan uang lebih banyak dari biasanya.

Dengan harus membayar harga lebih tinggi, itu artinya masyarakat sudah merasakan dampak inflasi, yakni kondisi naiknya harga-harga kebutuhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X