Hingga Juni 2019, Waskita Beton Precast Kantongi Kontrak Baru Rp 3,04 Triliun

Kompas.com - 01/07/2019, 13:21 WIB
Ilustrasi infrastrukturTHINKSTOCK/SIRISAK BAOKAEW Ilustrasi infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (KOMPAS100: WSBP) mengantongi kontrak baru sebesar Rp 3,04 triliun. Angka tersebut naik 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 2,97 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari beberapa proyek besar, antara lain Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Proyek Pantai Indah Kapuk II, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II, Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi II, dan proyek lainnya.

Adapun beberapa proyek utama yang tengah disuplai oleh WSBP adalah Proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Proyek Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kp Melayu Seksi I, Proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Proyek Jalan Tol Depok-Antasari, Proyek Jalan Tol Kayu Agung Betung, Proyek Pantai Indah Kapuk II, dan Proyek Jembatan Patimban.

Baca juga: Penawaran Obligasi Waskita Beton Precast Kelebihan Permintaan 2,18 Kali

"Sebagai produsen beton pracetak (precast) terbesar di Tanah Air, konsistensi WSBP dalam penambahan kapasitas juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api," kata Sekretaris Perusahaan WSBP Fathia Syafurah dalam keterangannya, Senin (1/7/2019).

Fathia menjelaskan, perseroan juga mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40 persen pada 2019. Peningkatan kontribusi pasar eksternal salah satunya melalui pengembangan produk baru.

WSBP juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis serta pengembangan produk lainnya.

Baca juga: Bangun Pabrik, Waskita Beton Precast Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Sementara itu, penawaran awal Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2019 yang ditawarkan oleh WSBP telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 Juni 2019. Kupon obligasi dipatok 9,95 persen per tahun untuk jangka waktu tiga tahun.

Selama masa penawaran awal, obligasi tersebut kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,18 kali dari jumlah yang ditawarkan sebesar Rp 500 miliar. Total pesanan yang masuk mencapai Rp 1,09 triliun.

Adapun obligasi berkelanjutan tahap selanjutnya sebesar Rp 1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada kuartal III-2019. Surat utang tersebut juga merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I senilai total Rp 2 triliun.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X