Buwas: Bulog Lepas 50.000 Ton Beras Supaya Tak Busuk di Gudang

Kompas.com - 02/07/2019, 13:05 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam sambutannya di acara Halal Bihalal Perum Bulog di Jakarta, Selasa (2/7/2019). FIKA NURUL ULYADirektur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam sambutannya di acara Halal Bihalal Perum Bulog di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum Bulog bakal melepaskan 50.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, pelepasan beras tersebut dilakukan untuk menghindari beras rusak karena terlalu lama disimpan di gudang.

"Bukan berarti kualitasnya sudah turun, bukan. Kami selalu menjaga dan mengawasi setiap bulan. Kalau yang sudah turun kualitasnya itu langsung kita karantina. Upaya ini dilakukan untuk penyelamatan supaya beras tidak busuk di gudang," kata Budi Waseso di sela-sela halal bihalal Bulog di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Bila 50.000 ton beras itu dilepas, kata Budi, hal ini mampu membantu Bulog untuk melakukan penyerapan beras CBP kembali disamping terbatasnya gudang penyimpanan yang hanya mampu menampung 2,7 ton.

Baca juga: Rusak, 50.000 Ton Beras Cadangan Pemerintah akan Dilepas Bulog

Adapun 50.000 ton beras ini akan dilepas sebagai beras komersial. Nantinya, 50.000 ton beras ini akan diganti ke beras baru sebagai CBP kembali.

Budi juga menyebut pihaknya akan melepas 1 juta ton dari total CBP meski belum terlihat perubahan mutu sejak disimpan 1 tahun yang lalu. Pun beras ini bisa berpotensi ekspor ke beberapa negara tetangga seperti Timor Leste dan Papua Nugini.

"Tapi kembali lagi, diijinkan enggak oleh negara kalau kita lepas beras itu. Kalau tidak dikasih pelepasan yang 1 juta ini, enggak ada yang bisa kita harapkan lagi untuk menampung beras baru. Kalau kita serap terus, kita mesti sewa gudang," jelasnya.

Sebagai informasi, stok beras di gudang Bulog mencapai 2,5 ton CBP dan 143.000 ton beras komersil. Untuk mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi.

Adapun hilirisasi tersebut antara lain, program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X