Jonan Lapor Jokowi soal Pengembangan Blok Masela

Kompas.com - 17/07/2019, 15:38 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAMenteri ESDM Ignasius Jonan di Cilacap, Senin (25/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melapor ke Presiden Jokowi terkait rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela.

“Persetujuan pemerintah terhadap pembangunan Blok Masela sudah diberikan. Jadi kami lapor, kami serahkan persetujuannya di hadapan Bapak Presiden," ujar Jonan dalam keterangan tertulis, Rabu (17/7/2019).

Persetujuan revisi PoD ini diserahkan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Sucipto kepada Presiden dan CEO Inpex Incorporation Takayuki Ueda dan disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Dokumen PoD Blok Masela sendiri sudah ditandatangani oleh Menteri Jonan pada pekan lalu.

Baca juga: Jonan Revisi Rencana Pengembangan Blok Masela, Apa Sebabnya?

Pengembangan Blok Masela ini, lanjut Jonan, menelan total biaya pengembangan lapangan mencapai 18,5 miliar hingga 19,8 miliar dollar AS. Proyek itu akan menyerap ribuan tenaga kerja baik saat konstruksi maupun onstream.

“Pada saat pembangunan dapat menyerap 30.000 tenaga kerja langsung maupun pendukung dan saat beroperasi akan menyerap tenaga kerja antara 4.000 sampai 7.000 orang termasuk pembangunan industri petrokimia," kata Jonan.

Persetujuan atas revisi PoD oleh pemerintah ini merupakan tonggak sejarah yang sangat penting bagi Proyek LNG Abadi.

"Ini adalah investasi asing terbesar sejak 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global setelah Freeport Indonesia," ucap Jonan.

Baca juga: SKK Migas-INPEX Teken Perjanjian HOA Blok Masela

Presiden Jokowi pun disebut menyambut positif atas langkah konkret yang diambil oleh Kementerian ESDM dalam menarik investasi di sektor migas.

"Meskipun negosiasi alot akhirnya pada hari ini kita bisa menyelesaikan investasi yang sangat besar. Ini sangat berarti untuk Indonesia," ujar Kepala SKK Migas menirukan ucapan Jokowi.

Sebagai tambahan atas persetujuan revisi PoD, Pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama 7 tahun dan perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja atau Blok Masela selama 20 tahun hingga 2055.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X