The Fed Turunkan Suku Bunga, Tekanan di Negara Berkembang Berkurang

Kompas.com - 01/08/2019, 13:32 WIB
Gedung Federal Reserve cnn moneyGedung Federal Reserve

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve baru saja menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi di kisaran 2 persen hingga 2,25 persen pada Rabu (31/7/2019) waktu setempat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, penurunan suku bunga oleh The Fed bakal mengurangi tekanan di negara- negara berkembang termasuk Indonesia.

"Penurunan bunga ini kan berarti tanda bahwa mereka berubah arah kebijakan moneternya. Menjadi lebih loose lagi, lebih rileks lagi," ujar dia di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Pasalnya selama ini, setiap kali The Fed menaikkan suku bunga acuan, aliran modal di negara-negara berkembang bergerak keluar sehingga memunculkan perubahan nilai tukar.

Baca juga: Pertama Kali Sejak Krisis 2008, The Fed Pangkas Suku Bunga

Di Indonesia, ketika The Fed secara agresif menaikkan suku bunga acuan tahun lalu, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level Rp 15.000 per dollar AS yang menyebabkan likuditas dalam negeri kala itu cukup ketat.

"Posisi ini tentu akan berdampak negara-negara akan memiliki space lagi. Dari sisi cost of moneynya lebih rendah, likuditasnya akan jauh lebih longgar," ujar Sri Mulyani.

Adapun penurunan suku bunga oleh The Fed telah ditunggu para pelaku pasar. Pasalnya, dalam satu tahun terakhir, kebijakan moneter AS yang cenderung ketat membuat aliran modal cenderung mengalir ke Negeri Paman Sam.

Di sisi lain, saat itu dunia juga harus menghadapi ketidakpastian akibat perang dagang.

Baca juga: Ikuti The Fed, Bank Sentral Eropa Buka Peluang Turunkan Suku Bunga

Terakhir kali, The Fed memangkas suku bunga hingga mendekati nol pada 2008 lalu.

Namun tidak seperti pemangkasan suku bunga kala itu yang dimaksudkan untuk menyelamatkan ekonomi yang tengah jatuh, langkah The Fed tersebut merupakan upaya pencegahan untuk melindungi Amerika Serikat dari perlambatan pertumbuhan yang terjadi di China dan Eropa.

"Prospek ekonomi AS tetap menguntungkan, dan tindakan ini dirancang untuk mendukung prospek itu," ujar Gubernur The Fed Jerome H Powell, pada konferensi pers setelah keputusan tersebut.

"(Pemangkasan suku bunga) dimaksudkan untuk mengantisipasi risiko penurunan dari pertumbuhan global yang lemah dan ketegangan perdagangan," ujar dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X