Cegah Kebakaran Lahan Gambut, BRG Lanjutkan Bangun Sekat Kanal

Kompas.com - 06/08/2019, 21:14 WIB
Suasana kebakaran lahan gambut di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Senin (8/7/2019). Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menerangkan, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Aceh mencapai 99 hektar yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Singkil dan Kabupaten Gayo Lues. ANTARA FOTO/SYIFA YULINNASSuasana kebakaran lahan gambut di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Senin (8/7/2019). Data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menerangkan, Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Aceh mencapai 99 hektar yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat, Nagan Raya, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Jaya, Aceh Tengah, Aceh Singkil dan Kabupaten Gayo Lues.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Badan Restorasi Gambut ( BRG) untuk melanjutkan pembangunan sekat kanal untuk membasahi ekosistem gambut.

Kepala BRG, Nazir Foead, mengatakan upaya membasahi lahan gambut bertujuan menekan potensi kebakaran selama musim kemarau.

“BRG diminta untuk menjaga tinggi muka air dan kebasahan gambut,” kata Nazir dalam laman brg.go.id, Selasa (6/8/2019).

Dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019 di Istana Negara hari ini, Presiden Jokowi meminta pemerintah pusat termasuk BRG berkoordinasi mendukung pemerintah daerah, TNI/Polri dalam menanggulangi berbagai kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini.

Baca juga: Jokowi Kembali Ancam Copot Pangdam dan Kapolda Jika Tak Mampu Atasi Karhutla

Presiden Jokowi, kata dia, meminta agar pencegahan harus jadi kunci, juga deteksi dini, serta respon cepat pemadaman.

“Tak kalah pentingnya, penegakkan hukum yang tegas tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Kondisi kebakaran hutan 2019 turun 81 persen dibandingkan 2015. Namun demikian, kasus kebakaran hutan dan lahan tahun ini naik bila dibandingkan dengan 2018.

"Ini yang tidak boleh. Harusnya tiap tahun turun, turun, turun terus. Menghilangkan total memang sulit, tetapi harus tekan turun," kata dia dalam Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Kebakaran Hutan dari Januari hingga Mei 2019 Seluas 42.740 Hektar

Sebagai informasi, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) menunjukkan terdapat 42.740 hektar hutan dan lahan terbakar sepanjang Januari hingga Mei 2019.

Data tersebut didapat berdasarkan pengamatan citra Landsat 8 Operational Land Imager dan pemantauan lapangan.

"Kemudian juga terverifikasi dan cek lapangan, sampai bulan Mei ini kami hitung 42.740 hektar," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan dilansir Kompas.com, Kamis (1/8/2019).

Ia menjelaskan, lahan gambut yang terbakar mencapai 27.538 hektar. Sementara itu, lahan tanah mineral yang terbakar 15.202 hektar.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X