Kompas.com - 08/08/2019, 06:31 WIB
konferensi pers respon pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2019 bersama INDEF di Jakarta, Rabu (7/8/2019) Fika Nurul Ulya/KOMPAS.comkonferensi pers respon pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2019 bersama INDEF di Jakarta, Rabu (7/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai pengaruh investasi ke sektor riil belum mampu mendorong penambahan lapangan kerja.

Peneliti INDEF Ahmad Heri Firdaus mengatakan, investasi yang masuk pada triwulan II 2019 yang mencapai Rp 200,5 triliun seharusnya bisa berdampak pada sektor industri. Namun investasi yang masuk sebanyak itu belum mampu mendongkrak.

"Investasi yang masuk itu banyak, triwulan II 2019 jumlahnya Rp 200,5 triliun. Tapi pengaruhnya terhadap kinerja sektor riil kayaknya belum nendang. Kemampuannya dalam menyerap lapangan kerja itu seharusnya cukup besar, tapi investasi yang masuk belum mendongkrak industri," kata Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Heri menilai, kemampuan investasi dalam menciptakan lapangan kerja semakin kabur. Masuknya investasi yang tumbuh 13,7 persen menurut data BKPM tak sejalan dengan tumbuhnya tenaga kerja yang justru menyusut.

"Di triwulan II 2018 itu ada 255.000 tenaga kerja. Lebih kecil dibanding 4 tahun lalu sekitar 285.000 orang, padahal investasinya naik. Sebagai contoh pada 2018, ketika realisasi investasi tumbuh 4,11 persen, justru kemampuan menyerap tenaga kerja turun 18,4 persen (yoy)," ucap Heri.

Baca: Pemadaman Listrik Bisa Jadi Sinyal Buruk Investasi di Indonesia

Hal tersebut, kata Heri, disebabkan karena investor semakin tidak melirik sektor sekunder dan primer. Investasi asing yang masuk lebih banyak ke sektor tersier. Saat ini, porsi PMA yang berada di sektor tersier mencapai 48,2 persen.

"Pergeseran ini membawa implikasi terhadap kemampuan investasi dalam menyerap tenaga kerja dan efektifitasnya terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Heri.

Untuk itu, perlu adanya stimulus untuk mengembangkan investasi di sektor primer dan sekunder. Terlebih ASEAN menjadi salah satu kiblat investasi dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Menhub Minta Bandara Baru Bintan Rampung Akhir 2023

Menhub Minta Bandara Baru Bintan Rampung Akhir 2023

Whats New
Ada Rapat Menteri G20, Belitung Butuh Ratusan Mobil Mercy dan Alphard

Ada Rapat Menteri G20, Belitung Butuh Ratusan Mobil Mercy dan Alphard

Whats New
Penawaran SBN Ritel ORI021 Dibuka, Bisa Beli Mulai Rp 1 Juta di Sini

Penawaran SBN Ritel ORI021 Dibuka, Bisa Beli Mulai Rp 1 Juta di Sini

Earn Smart
 IHSG Masih Akan Merah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih Akan Merah? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Hari Ini ASLC Melantai di BEI, Simak Prospektus Singkatnya

Hari Ini ASLC Melantai di BEI, Simak Prospektus Singkatnya

Whats New
Isu TMII Terbengkalai, Sandiaga Uno: Sedang Ditata Ulang

Isu TMII Terbengkalai, Sandiaga Uno: Sedang Ditata Ulang

Whats New
Cara Cek Tiket Vaksin Booster di Aplikasi dan Laman PeduliLindungi

Cara Cek Tiket Vaksin Booster di Aplikasi dan Laman PeduliLindungi

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Ungkap Jakarta Berpotensi PPKM Level 3 | Golongan Tarif Listrik yang Bakal Lebih Mahal

[POPULER MONEY] Luhut Ungkap Jakarta Berpotensi PPKM Level 3 | Golongan Tarif Listrik yang Bakal Lebih Mahal

Whats New
Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Kata Sri Mulyani

Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.