Eropa Nilai Prospek Bisnis di Indonesia Masih Relatif Stabil

Kompas.com - 09/08/2019, 10:43 WIB
Ilustrasi ekspor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang Eropa sejauh ini menilai prospek bisnis di Indonesia masih relatif stabil tahun ini jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Ini diketahui dari hasil Indeks Kepercayaan Bisnis Kamar-Kamar Dagang Eropa/Joint European Chambers Business Index 2019 (BCI).

Sekretaris Kehormatan Kamar Dagang Inggris di Indonesia (BritCham), Nick Holder mengatakan, BCI 2019, merupakan survei tahunan yang ke-7 yang dirancang dan dikelola oleh BritCham yang didelegasikan oleh Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham).

"BCI adalah rangkaian cuplikan ekonomi dan kinerja pemerintah yang mencerminkan kepercayaan bisnis secara keseluruhan terhadap pendapatan, jumlah pegawai, laba dan investasi mendatang," kata Holder di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: BUMN Ini Ekspor Produk Kopinya ke Eropa Hingga AS

Menurut dia, prospek ekonomi makro dan kemajuan yang positif di Indonesia akan dapat memacu lebih banyak perdagangan dan minat investasi dari seluruh Eropa.

Sementara itu, Ketua Dewan EuroCham Indonesia Corine Tap, menambahkan BCI mewakili pandangan anggota korporat dari beberapa kamar dagang berpartisipasi dalam melakukan bisnis di Indonesia.

Survei ini berfokus pada kerangka peraturan Indonesia khususnya yang berhubungan dengan potensi dan prospek reformasi ekonomi, iklim investasi dan rencana investasi masa depan.

"Temuan-temuan ini mewakili peluang dan tantangan berbisnis di Indonesia serta menunjukkan arah tujuan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan pelaku industri," kata Tap.

Baca juga: Ini 10 Negara Kawasan Uni Eropa dengan Rasio Utang Terbesar

Dia menilai, dengan memperkuat kolaborasi, pihaknya yakin bahwa hasilnya dapat mendatangkan lebih banyak investasi dan ekspansi lebih lanjut dari bisnis Uni Eropa yang telah diinvestasikan di Indonesia.

Dalam laporan BCI tahun ini terdapat beberapa temuan utama utamanya kondisi bisnis di Indonesia.

"Prospek bisnis masih relatif stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Prospek untuk perhotelan atau perjalanan serta makanan dan minuman kurang positif dari tahun lalu," sebutnya.

Selain itu, geliat bisnis telah berkembang di Sumatera-Sulawesi dan ada rencana ekspansi lanjutan di Bali dan Jawa Timur. Meskipun masih relatif positif, namun masih ada kekhawatiran dari sejumlah pihak.

"Meskipun prospek untuk investasi masa depan secara keseluruhan masih cukup positif, namun ada kekhawatiran baru tentang isu-isu domestik," tambahnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X