Huawei Luncurkan Sistem Saingan Android, Namanya Harmony

Kompas.com - 13/08/2019, 06:36 WIB
Ilustrasi gambar ponsel Huawei dengan OS HarmonyLetsGoDigital Ilustrasi gambar ponsel Huawei dengan OS Harmony

HONGKONG, KOMPAS.com - Huawei, raksasa teknologi asal China akhirnya resmi meluncurkan sistem operasinya sendiri, yang diberinama Harmony alias Hongmeng dalam bahasa China.

"Harmony atau Hongmeng dalam bahasa China, sama sekali berbeda dari sistem operasi Android dan iOS," kata CEO Bisnis Konsumen Huawei, Richard Yu, dikutip CNN, Selasa (13/8/2019).

Adapun sistem operasi ini diluncurkan karena perusahaan tersebut telah dikecam menggunakan sistem operasi perangkat lunak dari Negeri Paman Sam sejak perang dagang berkecamuk.

Pun digadang-gadang menjadi sebuah langkah yang dapat melindungi pembuat smartphone asal China karena perang dagang yang tensinya terus meningkat.

Baca juga: Perang Dagang Memanas, Akankah Nasib Huawei Bertambah Buruk?

Yu mengatakan, sistem operasi miliknya ini siap digunakan kapanpun jika AS benar-benar menghentikan sistem operasi Androidnya di tipe ponsel terbaru Huawei. Artinya, untuk saat ini Huawei bakal terus menggunakan Android jika penghentian belum dilakukan.

"Kami akan beralih ke sistem Harmony ketika kami tidak dapat menggunakan Android. Tidak terlalu sulit untuk bermigrasi dari Android ke sistem Huawei sendiri," kata dia.

Nantinya, Harmony akan ditempatkan pertama kali di jam tangan pintar Huawei, layar pintar, speaker pintar, dan perangkat lainnya termasuk ke sistem kendaraan. Perangkat yang didalamnya menggunakan perangkat Harmony akan saling terintegrasi satu sama lain.

"Sistem operasi akan bersumber terbuka," kata Yu.

Baca juga: Gagal Kirim Paket Ponsel Huawei, FedEx Gugat Pemerintah AS

Sebagai informasi, Huawei adalah raksasa ponsel asal China yang menempatkan posisi kedua dalam penjualan global di belakang Samsung.

Seperti perusahaan ponsel pada umumnya, Huawei menggunakan sistem operasi asal AS, Android dan layanan seperti Google.

Sayangnya sejak perang dagang berkecamuk, Presiden AS Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam.

Hal itu membuat perusahaan komponen ponsel asal AS dilarang untuk memberikan pasokan kepada Huawei, termasuk sistem operasi Android dan layanan Google.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X