Lahirkan SDM Unggul, Indonesia Butuh Dana Rp 1.161 Triliun

Kompas.com - 14/08/2019, 16:39 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan arahan saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2109 di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). Presiden memerintahkan Kemendikbud memperbanyak jumlah guru terampil guna mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki keahlian serta keterampilan dan mampu bersaing dengan negara lain. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. ANTARA/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (tengah) menyampaikan arahan saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2109 di Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). Presiden memerintahkan Kemendikbud memperbanyak jumlah guru terampil guna mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki keahlian serta keterampilan dan mampu bersaing dengan negara lain. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyiapkan empat rencana besar untuk membangun sumber daya manusia ( SDM) yang unggul di masa mendatang.

Keempat rencana besar tersebut telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024.

"Ada empat projek utama, pertama, percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. Kedua, pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0. Ketiga, pembangunan Science Technopark. Keempat, digitalisasi dan integrasi bantuan sosial," ujar Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: Ancang-ancang Masuk 5 Negara Maju Dunia, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Bambang menambahkan, pemerintah telah menyiapkan dana besar untuk melaksanakan keempat program tersebut.

Diproyeksikan, untuk menjalankan proyek tersebut akan memakan dana sebesar Rp 1.161 triliun.

Rinciannya, Rp 26 triliun untuk percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. Lalu Rp 330,1 triliun untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0.

Baca juga: Indeks Modal Manusia Indonesia Kalah Jauh dari Singapura dan Vietnam

Kemudian Rp 2,8 triliun untuk pembangunan science technopark dan Rp 803,93 triliun untuk digitalisasi dan integrasi bantuan sosial.

"Lima tahun ke depan kita harus menciptakan manusia yang bisa membawa Indonesia jadi negara maju di 2045," kata Bambang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X