Arab Saudi Geser Pasar Ekspor Minyak Mentah ke China

Kompas.com - 16/08/2019, 08:03 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Arab Saudi dalam beberapa bulan belakangan meningkatkan ekspornya ke China secara signifikan.

Pengiriman minyak mentah Arab Saudi ke China meningkat dua kali lipat dalam kurut waktu setahun. Dalam kurun waktu yang sama, ekspor minyak mereka ke AS telah turun hampir dua pertiga.

Dikutip dari CNBC, Jumat (16/8/2019), berdasarkan data TankerTrackers.com, Arab Saudi telah mengekspor sebanyak 1,802 juta barrel per hari ke China pada Juli.

Angka tersebut jauh meningkat jika dibandingkan dengan Agustus 2018 yang sebesar 921.811 barrel per hari.

Sebaliknya, ekspor ke AS pada bulan Juli hanya 262.053 barrel per hari, merosot hampir 62 persen dari 687.946 barrel per hari pada Agustus tahun lalu.

Baca juga: Investasi China ke Arab Saudi Melonjak 100 Persen pada Semester I 2019

Sanksi AS terhadap minyak Iran menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perubahan ini.

Para importir energi utama Asia seperti China telah dipaksa untuk mengalihkan bisnis dari Iran yang merupakan produsen OPEC ketiga terbesar, dan mulai membeli lebih banyak barrel Arab Saudi untuk menutupi kekurangan itu

AS kini lebih mandiri daripada sebelumnya, berkat revolusi minyak serpihnya sendiri, yang membantunya menjadi produsen minyak terbesar di dunia pada akhir tahun lalu.

"Arab Saudi belajar dari pengurangan produksi OPEC terakhir pada 2017 bahwa mereka mendapatkan keuntungan terbesar dengan memotong aliran ke pasar terbesar, paling transparan dan paling tepat waktu, AS," kata Direktur Riset Komoditas Matt Smith, direktur riset komoditas di ClipperData.

Baca juga: AS Bakal Geser Arab Saudi Jadi Eksportir Minyak Terbesar Dunia?

Dirinya mengacu pada pemotongan produksi terkoordinasi yang OPEC dan sekutunya lakukan untuk tetap mencetak untung di bawah penurunan harga minyak.

"Mencekik arus di AS adalah cara terbaik untuk menarik persediaan dan membalikkan sentimen bearish, dan mereka menggunakan taktik yang sama sekali lagi," ujar dia.

Angka ClipperData, meski berbeda dari TankerTracker karena metode pelacakan yang berbeda, masih menunjukkan impor AS dari minyak mentah Saudi pada Juli turun lebih dari 60 persen dari Oktober lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Pengusaha: Bukan soal Angka Upah, tapi Perubahan Regulasi yang Ganggu Iklim Investasi

Whats New
Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Kemenko Perekonomian: Jumlah Startup Indonesia Peringkat 6 Besar Dunia

Whats New
Survei Litbang 'Kompas': Bandung Jadi Kota Metropolitan dengan Indeks Literasi Ekonomi Digital Tertinggi

Survei Litbang "Kompas": Bandung Jadi Kota Metropolitan dengan Indeks Literasi Ekonomi Digital Tertinggi

Whats New
Simak 6 Ciri-ciri Lowongan Kerja Bodong

Simak 6 Ciri-ciri Lowongan Kerja Bodong

Whats New
Dinilai Tidak Sesuai Spesifikasi LKPP Bekukan 20.652 Produk dalam E-Katalog

Dinilai Tidak Sesuai Spesifikasi LKPP Bekukan 20.652 Produk dalam E-Katalog

Whats New
Ombudsman Ungkap Malaadministrasi dalam Pendataan dan Penebusan Pupuk Bersubsidi

Ombudsman Ungkap Malaadministrasi dalam Pendataan dan Penebusan Pupuk Bersubsidi

Whats New
4 Solusi Kolaborasi Anti-Basi Menghadapi Badai PHK

4 Solusi Kolaborasi Anti-Basi Menghadapi Badai PHK

Work Smart
Menakar Potensi Industri Properti Tahun Depan

Menakar Potensi Industri Properti Tahun Depan

Whats New
Liburan Jadi Lebih Nyaman, Ini Solusi Tarik Tunai Saat Berada di Luar Negeri

Liburan Jadi Lebih Nyaman, Ini Solusi Tarik Tunai Saat Berada di Luar Negeri

BrandzView
Kisah Sukses 'Brand' Fesyen ZLY, Capai Omzet Rp 5 Miliar dan Tembus Pasar Malaysia

Kisah Sukses "Brand" Fesyen ZLY, Capai Omzet Rp 5 Miliar dan Tembus Pasar Malaysia

Whats New
Hadapi Gejolak Ekonomi 2023, Wamenkeu: Optimistis, tapi Tetap Waspada

Hadapi Gejolak Ekonomi 2023, Wamenkeu: Optimistis, tapi Tetap Waspada

Whats New
Terapkan ESG, KPI Targetkan Jadi Perusahaan Kilang dan Petrokimia Skala Global

Terapkan ESG, KPI Targetkan Jadi Perusahaan Kilang dan Petrokimia Skala Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.