Menkeu: Ada Rp 2,5 Triliun Mengendap di Puskesmas

Kompas.com - 21/08/2019, 21:07 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019) MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan banyak dana mengendap atau idle di puskesmas di seluruh Indonesia.

Dana itu merupakan dana kapitasi atau dana yang dibayarkan di muka kepada fasiltas kesehatan tingkat pertama dalam rangka program BPJS Kesehatan.

"Maksudnya ada puskesmas yang kelebihan dananya menjadi silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) jumlahnya seluruh Indonesia mencapai Rp 2,5 triliun total," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Sri Mulyani: Banyak Perusahaan Akali Iuran BPJS Kesehatan

Sebagai informasi, puskesmas merupakan fasiltas kesehatan tingkat pertama program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Dana kapitasi diberikan kepada puskesmas berdasarkan jumlah masyarakat yang ikut dalam program JKN BPJS Kesehatan.

Melihat adanya kelebihan dana yang mengendap di puskesmas, Sri Mulyani mengatakan sedang mengupayakan agar dana itu bisa dimanfaatkan.

"Agar sipla ini digunakan untuk membantu BPJS yang sedang defisit," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memimta BPJS Kesehatan untuk mengatur estimasi biaya unit terutama untuk layanan tingkat pertama bisa makin ditingkatkan akurasinya dan efisiensinya.

Baca juga: Direksi dan Pengawas BPJS Kini Hanya Dapat THR, 7 Tunjangan Lain Dihapus

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X