Menkominfo Kritik Pengusaha Malaysia yang Sebut Indonesia Miskin

Kompas.com - 28/08/2019, 19:18 WIB
Menkominfo Rudiantara saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenkominfo Rudiantara saat berada di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara buka suara terkait pernyataan pengusaha asal Malaysia yang menyatakan Indonesia adalah negara miskin.

Ungkapan ini sebelumnya dilontarkan pemilik taksi Big Blue Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail ketika menyuarakan penolakan terhadap Gojek

"Tanya aja masyarakat Indonesia, miskin apa enggak? Gitu aja," kata Rudiantara kepada awak media di Jakarta, Rabu (27/8/2019).

Rudiantara menilai, seharusnya Go-Jek tidak ditolak yang punya berkeinginan beroperasi di Malaysia. Namun kehadiran Gojek dengan layanannya dipandang akan memberikan dampak pada masyarakat di Malaysia, utamanya dalam menghadirkan pilihan moda transportasi.

Baca juga: Malaysia Akhirnya Izinkan Gojek Mengaspal

"Punya Malaysia boleh masuk ke Indonesia, masa Indonesia enggak boleh masuk ke Malaysia," kata Rudiantara ditemui di Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Dengan adanya penolakan itu, Rudiantara berharap pemerintah Malaysia bisa berlaku adil memberikan kesempatan usaha kepada siapapun. Apalagi, di negara kawasa Asia Tenggara atau Asen dikenal dengan satu pasar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masa kita ditutup (ditutup). Asean mengenal satu pasar," ungkapnya.

Sebelumnya, usai Gojek mendapat persetujuan dari pemerintah Malaysia untuk beroperasi langsung mendapat beragam komentar dari pebisnis Malaysia. 

Baca juga: Ekspansi Gojek Tuai Pro dan Kontra dari Pebisnis Malaysia

Pada hari ini, Rabu (27/8/2019, pemilik taksi Big Blue Malaysia Datuk Shamsubahrin Ismail meminta maaf setelah ucapannya yang menolak Gojek dengan menyebut Indonesia negara miskin menjadi viral.

Dalam konferensi pers, Shamsubahrin mengaku media sosial hingga WhatsApp-nya dibanjiri pesan bernada kemarahan dan ketidakpuasan dari orang Indonesia.

Dilansir dari Malay Mail, dia mengaku ucapannya berdasarkan pemberitaan di media massa mengenai kondisi ekonomi yang tengah terjadi di sana.

"Indonesia ada di hati saya. Begitu juga dengan orang-orangnya," ujarnya. Dia mengaku berada dalam grup WhatsApp berisi driver Gojek dan Grab.

Dia menuturkan ucapannya yang menyebut Indonesia negara miskin karena keberadaan Gojek. Menurutnya, seharusnya pemerintah Malaysia lebih mengenalkan merek layanan ojek lokal seperti Dego Ride daripada mengizinkan Gojek masuk.

"Jadi, saya meminta maaf atas ucapan saya berdasarkan laporan yang saya baca," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X