Kompas.com - 06/09/2019, 08:42 WIB
Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone. ThinkstockIlustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.

Pakar IT, Abimanyu Wachjoewidajat menyebut, layanan digital bank memang sangat terbuka pada risiko pembobolan. Menurutnya, kasus peretasan bukan hanya terjadi karena kesalahan bank itu sendiri.

Bisa jadi juga karena kesalahan mitra bank yang bersangkutan dan keteledoran dari nasabah.

Kesalahan bank bisa dilihat dari seberapa kuat dia menjalankan standar operasional prosedur (SOP). Jika SOP lemah maka percuma saja bank berinvestasi besar-besaran dalam sistem IT, kejahatan siber tetap akan mudah terjadi.

"Ibarat rumah, punya gerbang dan pintu yang kokoh, tapi cuma dikasih satu gembok dan kuncinya ditinggal pula di luar, jangankan maling, kucing aja bisa gampang masuk," jelas Abimanyu.

Keamanan sistem IT mitra bank untuk layanan kliring juga perlu diperhatikan.

 

Baca juga: Cegah Potensi Serangan Siber, Ini yang Jadi PR Pemerintah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski bank punya sistem yang kuat dan SOP dijalankan dengan benar, tetap bisa terjadi pembobolan jika integrasi atau penyambung antar bank tidak aman.

Dari sisi regulasi, menurut Abimanyu, sudah tidak ada persoalan saat ini. Kontrol sudah dilakukan dengan baik dengan strandardisasi perizinan bagi bank yang ingin menjalankan layanan digital.

Menurut Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC), Pratama Persadha, perlindungan tidak cukup hanya dilakukan pada sisi data center, tetapi dari sisi user aplikasi layanan digital juga tidak boleh diabaikan.

"Hal ini yang sering terlewatkan selama ini. Edukasi sangat penting bagi publik." ujarnya.

Baca juga: Mahasiswi Jadi Korban Skimming, Uang untuk Bayar Kuliah Hilang

Di samping ancaman kejahatan siber, kejahatan perbankan yang paling tua seperti skimming juga masih kerap terjadi. Seorang pengguna Twitter lewat akun @adtynnr pada Rabu (4/9/2019) mengaku telah kehilangan Rp 80 juta dari rekeningnya di BRI.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.