Perlintasan Kereta Api Sebidang Sebabkan Kecelakaan Transportasi

Kompas.com - 06/09/2019, 13:30 WIB
Seorang warga Melintas di perlintasan Sebidang Janti, Yogyakarta. KOMPAS.com/Markus YuwonoSeorang warga Melintas di perlintasan Sebidang Janti, Yogyakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Djoko Sasono mengatakan, keberadaan pintu kereta perlintasan sebidang terbukti menyebabkan sejumlah kecelakaan di sejumlah daerah.

"Statistik menunjukkan, perlintasan sebidang ini berkontribusi terhadap kecelakaan transportasi secara umum," kata Djoko dalam diskusi " Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?" di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Djoko mengungkapkan, hingga kini angka kecelakaan pada perlintasan sebidang jalur kereta api masih signifikan.

Guna menekan itu, diperlukan kerja sama sejumlah unsur untuk mencari formula yang cocok supaya kecelakaan tidak lagi terjadi.

 Baca juga: Mudik Lebaran, Kendaraan Berat Dilarang Lewat Perlintasan Sebidang Liar

"Angka dilaporkan masih signifikan. Tentunya kita berharap adanya FGD ini ada solusi yang terukur dan diimplementasikan, baik di regulator, operator maupun pemerintah daerah," ujarnya.

Dia menuturkan, solusi terukur yang diperoleh dalam diskusi ini nantinya bisa dapat diterapkan dengan baik dan secara menyeluruh. Sehingga kecelakaan bisa dihindari dan bahkan dihilangkan.

"Dengan demikian kecelakaan ke depan bisa dihilangkan," tambahnya.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama 2019, telah terjadi 260 kali kecelakaan yang mengakibatkan 76 korban jiwa.

Salah satu penyebab tingginya angka kccelakaan pada perlintasan juga kerap terjadi lantaran tidak sedikit para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X