Tahun Depan, Airbnb Bakal Catat Sahamnya di Wall Street

Kompas.com - 20/09/2019, 07:53 WIB
Pendiri Airbnb Business InsiderPendiri Airbnb

NEW YORK, KOMPAS.com - Aplikasi penyedia jasa penyewaan akomodasi Airbnb berencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, tahun depan.

Seperti dikutip dari BBC, Jumat (20/9/2019), pencatatan saham Airbnb akan menjadi salah satu penjualan saham dengan profil pendapatan tertinggi di 2020 mendatang.

Sebagai salah satu situs sharing ekonomi, perusahaan asal California ini sedang menghadapi kritik lantaran dianggap mengurangi pendapatan dari komunitas di destinasi-destinasi wisata populer.

Banyak pemerintah kota di seluruh dunia yang kemudian berupaya untuk mencari cela mengurangi penggunanaan Airbnb.

Baca juga: Airbnb Suntik Modal ke Jaringan Hotel India OYO

Adapun pada pekan ini, Airbnb memaparkan pendapatan mereka pada kuartal II-2019 mencapai 1 miliar dollar AS. Namun demikian, sebagai salah satu perusahaan start up teknologi, Airbnb tidak memberikan paparan lebih jauh mengenai profit.

Namun demikian, Airbnb sempat mengatakan perusahaan mereka mencetak laba di 2017 dan 2018.

Adapun Airbnb sendiri merupakan sebuah layanan yang mengizinkan masyarakat untuk menyewakan properti mereka, mulai dari rumah, kendaraan bermotor, peralatan, lahan parkir, bahkan keterampilan, kepada siapapun yang bersedia membayar.

Layanan penjualan peer-to-peer ini bekerja via aplikasi maupun situs dan kerap kali dianggap memangkas produktivitas dari penyedia barang dan jasa tradisional seperti hotel dan perusahaan taksi.

Baca juga: Airbnb: Indonesia adalah Negara yang Luar Biasa...

Adapun dua perusahaan serupa yang telah melantai di bursa di awal tahun ini adalah Lyft dan Uber. Namun sayang, kinerja penjualan saham dari kedua perusahaan tersebut sangat buruk lantaran investor banyak yang mempertanyakan kemungkinan mereka bisa mencetak profit.

Adapun start up co-working space, WeCompany yang memiliki merek WeWork memutuskan untuk menunda penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) karena minat investor yang rendah.



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X