Bayar Utang Luar Negeri, Cadangan Devisa Indonesia Turun

Kompas.com - 07/10/2019, 10:22 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Cadangan devisi Indonesia pada akhir September 2019 mencapai 124,3 miliar dolar AS. Posisi ini turun 2,1 miliar dollar AS dibandingkan akhir Agustus 2019 sebesar 126,4 miliar dolar AS.

Namun Bank Indonesia menilai posisi tersebut masuk cukup tinggi.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," sebut ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Pengakuan Sri Mulyani, Isu Kenaikan Utang Paling Buat Resah

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Adapun penurunan cadangan devisa tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri Pemerintah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai dengan didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik," tambah Junanto.

Baca juga: Cadangan Devisa RI Agustus 2019 Naik Jadi 126,4 Miliar Dollar AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X