BI: Kuartal III 2019, Kegiatan Dunia Usaha Melambat

Kompas.com - 10/10/2019, 17:54 WIB
Ilustrasi bisnis online THINKSTOCKIlustrasi bisnis online

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) kembali merilis Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU).

Hasil survei tersebut mengindikasikan kegiatan usaha pada kuartal III 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada kuartal sebelumnya.

Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,39 persen, lebih rendah dari 19,17 persen pada kuartal sebelumnya.

"Pertumbuhan positif itu ditopang oleh sektor konstruksi yang tumbuh meningkat," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko dalam siaran pers, Kamis (10/10/2019).

Sementara itu, perlambatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya pada subsektor pertanian tanaman bahan makanan yang dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang berkepanjangan.

Baca juga: BI: Masuk Musim Panen, Kegiatan Dunia Usaha Kuartal I 2019 Membaik

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, rata-rata kapasitas produksi pada kuartal III 2019 lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pada triwulan sebelumnya.

Tingkat penggunaan kapasitas produksi menjadi sebesar 75,42 persen dari rata-rata 77,18 persen pada kuartal sebelumnya.

Onny mengatakan, tingkat penggunaan tenaga kerja juga lebih rendah, tercermin dari nilai SBT tenaga kerja sebesar 2,47 persen pada triwulan sebelumnya menjadi sebesar 1,40 persen.

Sementara dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha serta akses kredit masih cukup baik meskipun relatif menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

Tetap Positif

Responden memperkirakan, pertumbuhan kegiatan usaha pada kuartal IV 2019 juga tetap tumbuh positif. Meski, tidak setinggi periode sebelumnya.

Hal tersebut terindikasi dari SBT prakiraan kegiatan usaha pada kuartal IV 2019 sebesar 9,13 persen.

"Pertumbuhan kegiatan usaha yang tetap positif diprakirakan ditopang terutama oleh sektor konstruksi dan sebagian besar sektor tersier," ucap Onny.

"Optimisme terhadap kegiatan usaha ke depan juga tercermin dari prakiraan investasi dan penggunaan tenaga kerja yang meningkat pada triwulan IV 2019," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X