Jack Ma Sebut Dirinya Bakal Sulit Dapat Kerja di Alibaba Saat Ini, Mengapa?

Kompas.com - 22/10/2019, 06:37 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

BEIJING, KOMPAS.com - Salah satu orang terkaya China yang juga pendiri Alibaba, Jack Ma, merupakan salah satu pengusaha yang sukses dengan perusahaan teknologinya.

Namun menurut Jack Ma, saat ini dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di Alibaba jika dia bukan pendiri Alibaba.

Tak hanya Jack Ma, menurut para pakar e-commerce, sebagian besar pendiri perusahaan teknologi lainnya pun mungkin harus berjuang mati-matian untuk lulus dari penyaringan awal saat mendaftar ke perusahaan-perusahaan paling diinginkan di dunia.

"Orang-orang seperti saya, hari ini, jika saya mencoba melamar bekerja di Alibaba, sepertinya hampir mustahil," kata Jack Ma dikutip CNBC, Selasa (22/10/2019).

Baca juga: Jack Ma Putuskan Pensiun, Alibaba Bakal Hadapi Kondisi Sulit?

Hal tersebut lanjut dia, disebabkan oleh cacatnya sistem ketenagakerjaan internasional, yang terlalu menekankan hasil akademis sehingga menjadi tidak adil kepada para orang -orang yang punya pemikiran out of box.

"Orang-orang menilai Anda dari gelar dan lulusan mana Anda berasal. Mereka akan berpikir 'Hei, kami punya sekelompok orang dari Harvard, kami punya orang-orang dari Stanford, dan Anda entah dari mana Anda berasal'," ucap Ma.

Padahal, kata dia, pembanding akademik seperti itu menjadi semakin tidak relevan dalam era digital yang berkembang cepat.

“Dalam era industri ini, Anda harus mengingat lebih cepat, mengingat lebih banyak, dan menghitung lebih cepat. Ini adalah hal-hal yang sekarang dapat dilakukan mesin jauh lebih baik daripada Anda, ”kata Ma.

Baca juga: Ini Rahasia Kesuksesan Jack Ma

“Itu adalah sesuatu yang aku khawatirkan. 20, 30 tahun kemudian, anak-anak kita tidak akan pernah bisa bertahan hidup karena pendidikan yang kita ajarkan," kata Ma.

Hal tersebut mendorongnya memulai rencana melakukan pekerjaan filantropis di sektor pendidikan. Tujuannya untuk mempersiapkan generasi berikutnya lebih siap menghadapi lanskap yang berubah dengan mendorong pemikiran mandiri yang lebih besar.

“Kami (harus) mengajari anak-anak kami bagaimana menjadi inovatif, konstruktif, dan kreatif sehingga mereka dapat bertahan hidup di masa AI (kecerdasan buatan). Saya ingin melakukan lebih banyak hal tentang itu," jelas dia.

Baca juga: Jack Ma Minta Karyawan Alibaba Kerja 12 Jam Sehari

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X