Jack Ma Putuskan Pensiun, Alibaba Bakal Hadapi Kondisi Sulit?

Kompas.com - 10/09/2019, 13:18 WIB
CEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).  ANTARA FOTO/INASGOC/WahyudinCEO Alibaba Group Jack Ma (tengah) menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

HONG KONG, KOMPAS.com - Pendiri Alibaba, Jack Ma, memutuskan untuk pensiun dari posisinya sebagai CEO per hari ini, Selasa (10/9/2019) bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-55.

Seperti dikutip dari Reuters, keputusan Ma tersebut membuat Alibaba masuk ke dalam era baru yang cukup menegangkan.

Pasalnya, kondisi perekonomian di kawasan China yang sedang bergejolak.

Negeri Tirai Bambu pun memperkuat cengkeramannya pada bos-bos perusahaan raksasa seperti CEO Tencent Pony Ma yang harus bergulat dengan perekonomian kian melambat.

Proses serah terima yang dilakukan pada hari ini hanya bersifat simbolis, dan Ma bakal tetap menduduki posisinya hingga masa jabatannya habis pada 2020 mendatang.

Baca juga: Jack Ma: Semua Orang Bisa Sukses, asalkan...

Pemimpin perusahaan dengan valuasi mencapai 460 miliar dollar AS itu telah berupaya untuk menumbuhkan penerus-penerus baru di perusahaannya, termasuk Daniel Zhang dan CFO Maggie Wu, untuk mengambil alih posisinya.

Adapun dalam perombakan manajemen yang dilakkan pada Juni lalu, Maggie Wu diangkat untuk mengawasi divisi investasi strategis perusahaan yang sangat memiliki peran sangat penting, menjadikannya salah satu pembuat kesepakatan terbaik di dunia.

Jika dibandingkan dengan pemimpin perusahan teknologi China lain, keputusan Jack Ma untuk pensiun termasuk sangat muda.

Ma pun meninggalkan Alibaba ketika perusahaan tersebut berada dalam posisi puncaknya. Robin Li yang menjadi penggagas Baidu, mesin pencari utama di China masih sempat untuk melihat kapitalisasi pasar perusahaannya merosot akibat salah strategi.

Baca juga: Jack Ma: Jadi Pengusaha Sukses Harus Terbiasa dengan Penolakan

Adapun grup Tencent pun tengah menghadapi masalah, di mana lini bisnis streaming musiknya tengah berada di bawah pengawasan antitrust.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.