KILAS

Dampak Ekonomi Digital, Grab Berkontribusi sampai Rp 8,9 triliun untuk Surabaya

Kompas.com - 04/11/2019, 19:44 WIB
Ilustrasi penggunaan smartphone sebagai salah satu pemberi dampak keberlangsungan ekonomi digital. ShutterstockIlustrasi penggunaan smartphone sebagai salah satu pemberi dampak keberlangsungan ekonomi digital.
|

Grab ingin membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi. Grab for Good,” sambungnya. 

Hal lain yang kini dijalankan oleh Grab sebagai bentuk komitmen menjangkau segala lapisan masyarakat adalah model bisnis yang memungkinkan orang dengan disabilitas tetap menjadi tenaga kerja produktif dan makin mandiri. Saat ini ada 700 orang dengan disabilitas di Asia Tenggara termasuk di Indonesia, yang menjadi wirausahawan mikro.

Saat ini, Grab tengah mengembangkan platform dan prosedur operasi standar agar lebih banyak orang tuli dapat menjadi mitra pengemudi.

Sebagai bagian dari komitmen Grab for Good, peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus.

Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.

Menciptakan kesempatan sama

Selain orang dengan disabilitas, Grab juga memberikan kesempatan sama bagi masyarakat Indonesia termasuk pada pedagang untuk menikmati manfaat dari ekonomi digital.

Salah satu mitra GrabKios asal Surabaya, Oktavia Ayu Suryaningsih merasakan langsung bagaimana teknologi berdampak positif terhadap bisnis konter pulsa bernama Romiks Cell miliknya.

“Dulu, kalau masyarakat mau mengisi pulsa pelanggan (untuk) keluar kota ada jatahnya. Kalau penjualan melebihi jatah cluster, penjual bisa diblok dan enggak dikasih saldo,” tuturnya.

Padahal, pelanggan Oktavia rata-rata adalah orang-orang kantoran yang biasanya berasal dari luar daerah. Sejak menjadi agen GrabKios, semua kendala itu tidak lagi dialaminya. Kini, ia tidak perlu memiliki stok pulsa maupun kuota tiap provider.

“Hanya bermodalkan smartphone, kemudian men-download aplikasi GrabKios, semua sudah jadi satu. Walaupun kami isi saldonya sedikit, tapi tetap bisa menjual semua item. Lebih praktis dan cara pengecekannya juga mudah,” jelasnya.

Oktavia bersama jutaan wirausahawan mikro di Asia Tenggara menunjukkan bagaimana sebuah teknologi mampu mengubah hidup mereka.

“Grab terus berkomitmen untuk membawa dampak positif dari teknologi untuk Indonesia dengan meningkatkan inklusi dan literasi digital, memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil serta membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan,” sambung Tirza lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.