Hong Kong dan Singapura Hadapi Resesi, Bagaimana Dampak ke RI?

Kompas.com - 05/11/2019, 15:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/10/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (25/10/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ( Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menilai resesi yang dialami Hong Kong dan dinilai tengah mengancam Singapura tak memberi dampak signifikan terhadap perekonomian dalam negeri.

Sebab, Airlangga mengatakan, perekonomian dalam negeri didominasi oleh konsumsi domestik.

"Ya kalau perekonomian Indonesia kan kita punya domestik market yang cukup bagus," ujar Airlangga ketika ditemui di kantornya, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Resesi Ekonomi Mengancam, Bagaimana Nasib Likuiditas Perbankan 2020?

Selain itu, perdagangan RI dengan Hong Kong dinilai tak begitu besar. Menurut Airlangga, peran Hong Kong terhadap perdagangan Indonesia lebih ke pada transhipment atau tempar transit perdagangan RI ke China. 

"Hong Kong kan transhipment ke China. Tapi sekarang fungsinya sudah banyak berubah karena sekarang perdagangan dengan China langsung," ujar dia. 

Sebagai informasi, Singapura dan Hong Kong tengah berada di ambang resesi. Meski Singapura sendiri belum jatuh ke jurang resesi seperti Hong Kong, namun pertumbuhan ekonominya masih rendah dan terancam resesi.

Baca juga: Ini Penyebab Gangguan Internet Telkomsel

Pertumbuhan ekonomi Singapura secara tahunan atau year on year di kuartal III-2019 dibandingkan kuartal III-2018 hanya tumbuh 0,1 persen.

Indonesia sendiri telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang dinilai bisa mengerek potensi perekonomian dalam negeri.

Airlangga menilai, keberadaan RCEP yang ditandatangani oleh 10 negara ASEAN, Selandia Baru, Australia, Jepang, China, dan Korea Selatan, bisa menangkal perekomian dalam negeri dari dampak resesi Hong Kong.

"Ya karena kan RCEP jauh lebih besar dari pada Hong Kong dan yang lain," jelas Airlangga.

Baca juga: Hong Kong Alami Resesi Pertama dalam 10 Tahun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X