Genjot Ekonomi Syariah di Jatim, Ini yang Dilakukan Khofifah

Kompas.com - 06/11/2019, 20:33 WIB
KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN

SURABAYA, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, pihaknya telah menginisiasi sejumlah langkah untuk menggenjot ekonomi dan keuangan syariah, khususnya di provinsi yang dipimpinnya tersebut.

Bukan tanpa alasan, sebab kata Khofifah, Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak, yakni lebih dari 6.000 pesantren.

Adapun salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Timur dalam menggenjot ekonomi syariah adalah tengah diinisiasinya program One Pesantren One Product (OPOP).

“Kami sudah expo dua kali. Kami identifikasi ada 248 item,” kata Khofifah saat memberikan sambutan pada acara Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) di Surabaya, Rabu (6/11/2019).

Program tersebut, imbuh Khofifah, sudah dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Namun, agar program OPOP bisa berkembang lebih pesat, Khofifah mengakui butuh sinergi yang luar biasa serta pendampingan yang luas.

Baca juga: BI Dorong Indonesia Jadi Rujukan Ekonomi Syariah Dunia

“Kami butuh improvement (perbaikan) dari berbagai lini agar OPOP bisa tumbuh besar menjadi ekonomi syariah Jawa Timur,” sebutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, langkah lainnya adalah rencana program Islamic Science Park. Agar program ini dapat berjalan, Khofifah mengaku sudah mempresentasikannya di hadapan pimpinan fraksi di DPRD Jawa Timur, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, Islamic Science Park akan menjadi bagian dari Indonesia Islamic Science Park. Islamice Science Park pun diharapkan dapat menarik gravitasi ekonomi syariah dunia ke Indonesia.

Langkah lain adalah mempersiapkan Juleha, alias Juru Sembelih Halal. Menurut Khofifah, hal ini menjadi penting lantaran membangun ekonomi syariah tak hanya dari sisi keuangan syariah, namun juga memastikan proses penciptaan pangan halal berhulu dan hilir halal pula.

Juleha tidak hanya untuk sapi, namun juga untuk ayam. Sebab, Khofifah mengaku menerima banyak laporan bahwa proses penyembelihan ayam tidak sampai ke syaraf induknya.

Baca juga: Utang Syariah Pemerintah Dipakai Buat Apa Saja?

“Sehingga ini sebetulnya menjadi tidak sah. Karena disiram air panas, maka ayamnya mati. Akhirnya menjadi bangkai,” tutur Khofifah.

Ia juga menyatakan, Jawa Timur tengah berupaya menangkap potensi industri turunan pangan halal. Ini terkait protein hewani yang prosesnya halal.

“Di Jawa Timur pertumbuhan budidaya sapi per September 2019 tercatat 1,3 juta ekor. Provinsi lain tertinggi 300.000. Saya sampaikan ke Pak Mentan, kenapa tidak bikin industri turunan, tidak sekedar daging, tapi protein hewani?” terang Khofifah.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jubir: Pak Luhut Orangnya Sangat Terbuka, Kalau Cuma Minta Klarifikasi Pasti 'Dijabanin'

Jubir: Pak Luhut Orangnya Sangat Terbuka, Kalau Cuma Minta Klarifikasi Pasti 'Dijabanin'

Whats New
Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Mangkir 2 Kali, Kuasa Hukum: Panggilannya Tak Sampai

Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Mangkir 2 Kali, Kuasa Hukum: Panggilannya Tak Sampai

Whats New
Gojek Kasih Diskon Tarif GoSend Hingga Rp 150.000

Gojek Kasih Diskon Tarif GoSend Hingga Rp 150.000

Whats New
Hingga Agustus 2021, Kredit BRI Tumbuh 5,9 Persen

Hingga Agustus 2021, Kredit BRI Tumbuh 5,9 Persen

Whats New
Suami Tidak Bekerja, Bagaimana Cara agar Keluarga Bertahan?

Suami Tidak Bekerja, Bagaimana Cara agar Keluarga Bertahan?

Work Smart
IHSG Menguat Tipis pada Penutupan Sesi I, Asing Borong BBRI, BUKA, ADRO

IHSG Menguat Tipis pada Penutupan Sesi I, Asing Borong BBRI, BUKA, ADRO

Whats New
Dipanggil Satgas, Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Kirim Kuasa Hukum

Dipanggil Satgas, Obligor BLBI Suyanto Gondokusumo Kirim Kuasa Hukum

Whats New
Mudah, Ini Cara Buat NPWP Online dari Handphone

Mudah, Ini Cara Buat NPWP Online dari Handphone

Whats New
Jadi Mitra PON XX Papua 2021, Telkom Berkomitmen Berikan Layanan Terbaik

Jadi Mitra PON XX Papua 2021, Telkom Berkomitmen Berikan Layanan Terbaik

Rilis
Pendiri Canva Jadi Perempuan di Bawah 40 Tahun Terkaya di Australia

Pendiri Canva Jadi Perempuan di Bawah 40 Tahun Terkaya di Australia

Whats New
BP Jamsostek Lepas Saham KRAS, ITMG, SIMP, dan Incar AALI dan LSIP

BP Jamsostek Lepas Saham KRAS, ITMG, SIMP, dan Incar AALI dan LSIP

Whats New
Masuki Masa Panen Jagung, Kementan Yakin Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Masuki Masa Panen Jagung, Kementan Yakin Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Rilis
Daftar Harga Sembako Hari Ini Jumat 24 September 2021 di Jakarta

Daftar Harga Sembako Hari Ini Jumat 24 September 2021 di Jakarta

Whats New
Rights Issue BRI Terbesar di Asia Tenggara, Ajaib Sekuritas: Momentum Bersejarah untuk Investor Ritel

Rights Issue BRI Terbesar di Asia Tenggara, Ajaib Sekuritas: Momentum Bersejarah untuk Investor Ritel

Rilis
BUMN PTPN: Punya Lahan Luas, Korupsi, Terbelit Utang Rp 43 Triliun

BUMN PTPN: Punya Lahan Luas, Korupsi, Terbelit Utang Rp 43 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.