Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Hadapan Jokowi, Gubernur BI Sindir Perbankan Soal Suku Bunga Kredit

Kompas.com - 29/11/2019, 09:31 WIB
Ade Miranti Karunia,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pertemuan tahunan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di hadapan langsung Presiden Joko Widodo menyindir para pelaku perbankan yang masih enggan menurunkan suku bunga kredit serta penyaluran pinjaman dana. 

Sebab, BI telah menurunkan suku bunga acuannya 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebanyak 4 kali tahun ini hingga ke angka 5 persen.

"Perbankan sudah mulai menurunkan suku bunga, terutama suku bunga simpanan. Sementara penurunan suku bunga kredit, masih terbatas. Dengan skema Bank Indonesia yang akomodatif, kami harapkan perbankan mempercepat penurunan suku bunga dan penyaluran kredit," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baca juga: Suku Bunga Kredit Bank Susah Turun, Ini Kata Para Bankir

Tak hanya itu, Perry meminta kepada para pelaku perbankan yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk memacu kinerja mereka dalam memperkuat perekonomian Indonesia pada tahun 2020.

"Dalam kesempatan ini, kami mengajak perbankan dan dunia untuk bersama memperkuat confidence dan optimisme membangun ekonomi Indonesia lebih baik ke depan. Sudah saatnya perbankan meningkatkan PDB, korporasi, mendorong produksi dan investasi," ucapnya.

Selain itu, ia memaparkan sekilas kebijakan BI yang telah dilakukan sepanjang 2019. Termasuk kebijakan terakhir, yakni merelaksasi ketentuan loan to value (LTV) untuk segmen properti dan kendaraan masing-masing sebesar 5 dan 10 persen.

"Untuk mendorong perbankan dan pembiayaan ekonomi, kami juga melonggarkan kembali kebijakan makroprudensial. Pada tahun 2019, ketentuan uang muka rasio kredit kami turunkan lagi untuk mempermudah kepemilikan rumah dan kendaraan. Termasuk yang ramah lingkungan. Rasio intermediasi makroprudensial kami perlonggar untuk facility dan kredibilitas dalam memperluas pendanaan perbankan," katanya.

Baca juga: Keputusan Suku Bunga Acuan BI Bikin Rupiah Melemah?

Bank Indonesia telah mematok Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada 2020, diperkirakan mencapai 8-10 persen. Sementara itu, pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 10-12 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

AHY Bakal Tertibkan Bangunan Liar di Puncak Bogor

Whats New
Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Rupiah Anjlok, Airlangga Sebut Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Whats New
Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Aktivitas Gunung Ruang Turun, Bandara Sam Ratulangi Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Survei BI: Kegiatan Usaha di Kuartal I-2024 Menguat, Didorong Pemilu dan Ramadhan

Whats New
Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Strategi BCA Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi yang Masih Berlangung

Whats New
Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Bandara Panua Pohuwato Diresmikan Jokowi, Menhub: Dorong Ekonomi Daerah

Whats New
Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com