Boeing Hentikan Produksi 737 Max, Ekonomi AS Kian Tertekan

Kompas.com - 19/12/2019, 10:25 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW YORK, KOMPAS.com - Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, akan menghentikan sementara produksi pesawat jet 737 MAX pada Januari 2020. Hal tersebut dinilai akan memberikan dampak buruk bagi ekonomi Amerika Serikat.

Pada Selasa (17/12/2019), Boeing mengumumkan keputusan perusahaan untuk berhenti memproduksi pesawat jenis 737 Max yang sejak Maret lalu telah dikandangkan di hampir seluruh dunia.

Hal itu seiring dengan kecelakaan fatal yang terjadi Oktober 2018 dan Februari 2019. Adapun pesawat jenis tersebut hingga saat ini menjadi pesawat dengan permintaan terbanyak bagi Boeing.

Baca juga: Boeing Resmi Hentikan Produksi 737 MAX

Dikutip dari CNN, sebagai perusahaan manufaktur terbesar sekaligus eksportir nomor wahid di Amerika Serikat, penghentian produksi 737 Max bakal membebani pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam awal tahun depan.

Ekonom senior Capital Economic Michael Pearce mengatakan, penghentian produksi tersebut bakal membuat pertumbuhan ekonomi AS tertekan 0,5 persen poin secara tahunan di kuartal pertama tahun depan.

Adapun Kepala Ekonom RMS US juga memprediksi hal yang sama.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Boeing Stop Produksi Pesawat 737 MAX, Ini Tanggapan Kemenhub

Sementara, Ekonom JPMorgan Michael Feroli dan Daniel Silver memprediksi dampak penghentian produksi 737 Max terhadap tertekannya pertumbuhan PDB yang sedikit lebih tinggi, yaitu 0,6 persen.

Penghentian produksi tersebut juga membuat Ekonom Bank of Amerika Stephen Juneau and Michelle Meyer mengoreksi proyeksi pertumbuhan PDB AS di kuartal I-2019 dari yang sebelumnya 1,7 persen jadi hanya 1,2 persen.

Masalah yang dihadapi Boeing tersebut diprediksi juga bakal menekan industri manufaktur AS yang dalam beberapa bulan terakhir sedang dihadapkan pada kondisi sulit.

Baca juga: Kenapa Benih Lobster Tak Dibudidaya Saja? Ini Kendalanya Kata KKP

Faktor lain yang bisa melukai perekonomian adalah PHK. Meski, Boeing mengatakan tidak memiliki rencana untuk memangkas staf karena produksi 737 Max dihentikan. Pihak perusahaan mengatakan, pekerja akan dipindahkan ke jet dan produk lainnya.

Namun demikian, masih ada kemungkinan pemangkasan pekerja di antara rantai pasokan Boeing, yang dapat merugikan belanja konsumen dan membebani pertumbuhan ekonomi.

Namun, jika Boeing melanjutkan produksi setelah kuartal pertama 2020, para ekonom menilai dampak dari penghentian produksi hanya bersifat sementara.

Baca juga: Milenial, Kini Pengajuan KPR Bisa Lewat Aplikasi Mobile

"Yang penting, hambatan yang diharapkan dari Boeing harus sementara," kata Juneau dan Meyer. Karena itu tidak secara material mengubah prospek pertumbuhan atau kebijakan moneter 2020," kata dia.

Federal Reserve memang memangkas suku bunganya tiga kali tahun ini untuk mendorong pertumbuhan.

Jika hambatan Boeing terhadap perekonomian hanya sementara seperti yang diharapkan, bank sentral tidak perlu memikirkan ulang strategi moneternya, sehingga begitu produksi 737 Max dilanjutkan, Boeing dibarapkan kembali memberi dorongan bagi ekonomi AS.

Baca juga: Shopee Tebar Promo Akhir dan Awal Tahun, Ada Cashback 100 Persen



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X