Pasca Banjir, Lihat Lagi Pentingnya Asuransi Kerugian

Kompas.com - 06/01/2020, 16:00 WIB
Sejumlah warga terjatuh saat melintasi jalan yang tergenang banjir di wilayah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2020).Hujan lebat di awal tahun membuat kawasan teluk gong masih terendam banjir. KOMPAS.com/M ZAENUDDINSejumlah warga terjatuh saat melintasi jalan yang tergenang banjir di wilayah Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (4/1/2020).Hujan lebat di awal tahun membuat kawasan teluk gong masih terendam banjir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bencana banjir di kawasan Jabodetabek dan sejumlah wilayah di Jawa Barat pada awal tahun 2020 ini menyebabkan sejumlah kerugian.

Banyak warga yang terjebak di rumahnya lantaran ketinggian air yang beragam. Tidak sedikit pula yang harus mengungsi.

Tidak hanya itu, banyak rumah dan kendaraan yang terendam banjir. Pun kegiatan bisnis yang ikut terdampak banjir.

Di media sosial banyak terlihat mobil-mobil dan sepeda motor yang hanyut terbawa derasnya arus banjir. Tidak sedikit yang terendam dan pada akhirnya rusak.

Kalau sudah begini, pantas rasanya menilik kembali pentingnya asuransi kerugian yang melindungi harta benda Anda, baik properti maupun kendaraan bermotor.

Baca juga: Simak, Ini Cara Klaim Asuransi Mobil yang Rusak karena Banjir

Apa sebenarnya asuransi kerugian dan apa saja yang dilindungi dalam produk asuransi tersebut?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan perusahaan asuransi kerugian sebagai perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan asuransi kerugian wajib memperoleh izin usaha dari OJK.

"Perusahaan asuransi kerugian menyelenggarakan jasa penanggulangan risiko dengan memberikan penggantian atau pembayaran kepada pemegang polis/tertanggung atau pihak lain yang berhak dalam hal terjadi peristiwa tertentu yang bersifat tidak pasti yang mengakibatkan kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, atau memberikan jaminan pemenuhan kewajiban pihak yang dijamin kepada pihak lain apabila pihak yang dijamin tersebut tidak dapat memenuhi kewajibannya," tulis OJK dalam laman resminya.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Simak 3 Jenis Asuransi Kendaraan Ini

Salah satu hal yang dilindungi dalam asuransi kerugian adalah apabila properti atau kendaraan bermotor terdampak bencana, seperti kebakaran, gempa bumi, hingga banjir.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa perlindungan terhadap banjir merupakan perluasan risiko.

Apa maksudnya?

Dilansir dari Kontan, Senin (6/1/2020), Direktur Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengingatkan, polis asuransi properti dan kendaraan bermotor standar tidak menjamin risiko banjir.

Perluasan risiko banjir dengan melekatkan Klausula 4,3 untuk asuransi properti dan Klausula KBM-12 untuk asuransi kendaraan bermotor.

Intinya, asuransi banjir adalah perluasan atau rider.

Sementara itu, Chief Executive Officer Adira Insurance Julian Noor menjelaskan, pemilik mobil yang bersangkutan perlu untuk memastikan apakah mobil yang diasuransikan memiliki perluasan polis untuk bencana banjir.

Baca juga: Mobil Baru Kredit Sudah Kena Banjir, Bagaimana Asuransinya?

Pasalnya, dalam asuransi mobil terdapat dua jenis cover asuransi, yaitu cover standar tanpa perluasan risiko banjir dan bencana alam dan ada pula yang diperluas.

"Kalau memang tidak diperluas otomatis asuransi tidak menjamin. Tapi kalau diperluas kita tinggal melaporkan, walau enggak hapal nomor polis asal kasih nama bisa dicari by call center. Lalu asuransi akan mengirimkan mobil derek karena ketika banjir memang tidak dianjurkan untuk menyalakan mesin atau menerobos," ujar Julian ketika dihubungi Kompas.com.

Julian pun mengatakan, kebanyakan pemilik mobil cenderung hanya mengasuransikan mobil mereka atas risiko hilang atau kecelakaan.

Sementara itu, Vice President Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto pun menambahkan, karena jaminan dari risiko banjir sifatnya perluasan, maka ada tambahan premi.

Biasanya, untuk perluasan bencana tersebut bakal dibebani tambahan premi sekitar 0,3 persen dari harga pertanggungan.

Baca juga: Permintaan Klaim Asuransi Mobil Melonjak Gara-gara Banjir

Dia pun menyarankan pada pemilik mobil yang sudah dijamin asuransi untuk tidak berinisiatif membenahi mobil sendiri.

"Kalau sudah ada coverage-nya, mobil yang kerendem, enggak usah sok-sokan jadi mekanik. Nanti tambah parah. Call asuransi saja untuk klaim dan mobil akan digendong (diderek) ke bengkel," ujar dia.

Nah, bagaimana dengan properti atau kendaraan Anda, apakah sudah diasuransikan? Kalau sudah, apakah asuransi kerugian yang melindungi kendaraan atau properti Anda sudah diperluas ke perlindungan terhadap banjir?

Bila belum, ada baiknya Anda mulai melirik produk asuransi banjir. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir bila banjir atau bencana lainnya melanda, sebab aset Anda sudah diasuransikan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X