Belum Boleh Terbang, Boeing Temukan Lagi Potensi Cacat Desain 737 MAX

Kompas.com - 07/01/2020, 12:18 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Ratusan pesawat Boeing 737 MAX masih dikandangi sembari menunggu izin terbang yang baru dari regulator penerbangan dunia.

Belum dapat izin, pabrikan pesawat itu kembali menemukan satu lagi potensi masalah.

Dikutip dari CNN, Selasa (7/1/2020), pesawat itu dilarang terbang di seluruh dunia sejak Maret 2019 menyusul dua insiden yang menewaskan 346 orang dari 2 kecelakaan beruntun di Indonesia dan Ethiopia.

Kecelakaan itu membuat perusahaan memperbaiki desain pesawat yang disinyalir menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: MAX 8 Menjadi Lembar Penutup bagi Serial Boeing 737

Namun, dalam bagian dari pemeriksaan yang diminta Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) pada Desember 2019 lalu, Boeing kembali menemukan sesuatu yang sebelumnya tidak dilaporkan soal pemasangan kabel di pesawat 737 MAX.

Saat ini, Boeing diketahui tengah memeriksa apakah dua bagian perkawatan maupun perkabelan yang mengendalikan ekor pesawat itu terlalu dekat sehingga dapat menyebabkan korsleting.

"Korsleting inilah yang kemudian menyebabkan pesawat kecelakaan bila pilot tidak menanganinya dengan tepat," kata seorang insinyur senior Boeing.

Juru bicara Boeing pun mengonfirmasi laporan insinyur itu. Dia bilang, masalah desain itu tengah diidentifikasi secara cermat, sebagai bagian dari proses yang ketat untuk keselamatan penerbangan.

Baca juga: Boeing Akhirnya Pecat Dennis Muilenburg dari CEO

"Prioritas utama kami adalah memastikan seri 737 Max memenuhi semua persyaratan penerbangan sebelum diizinkan terbang kembali. Kami bekerja sama dengan FAA dan regulator lainnya dalam proses sertifikasi yang ketat dan menyeluruh untuk memastikan desain pesawat aman dan memenuhi syarat," tutur dia.

Namun dia bilang, terlalu dini rasanya untuk berspekulasi bahwa penemuan masalah baru itu bakal mengarah pada perubahan desain pesawat atau memperpanjang waktu untuk sertifikasi ulang izin terbang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Whats New
BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Rilis
Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Whats New
Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Whats New
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Whats New
Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Whats New
Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

BrandzView
Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Whats New
Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Rilis
Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X