Virus Corona Merebak, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas Pekan Ini

Kompas.com - 27/01/2020, 12:12 WIB
Ilustrasi bursa thikstockIlustrasi bursa

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa minggu terakhir akibat kondisi pasar keuangan dan global.

Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi memperkirakan, IHSG akan bergerak terbatas pada kisaran 6.150 hingga 6.300 dalam sepekan ini. Pekan lalu, IHSG ditutup pada level 6.244,1 atau melemah 0,8 persen dari pekan sebelummya.

Wafi bilang, bergerak terbatasnya IHSG dipengaruhi oleh berbagai kejadian isu geopolitik, salah satunya penyebaran virus corona.

"Penyebaran virus corona yang sudah menyebar ke 13 negara hingga Minggu kemarin menjadi pemicu pergerakan indeks yang terbatas karena sejumlah investor masih mengamati penyebaran virus ini di Indonesia," kata Wafi dalam siaran pers, Senin (27/1/2020).

Baca juga: IHSG Pekan Depan Bakal Menguat Terbatas, Ini Pendorongnya

Namun kata Wafi, penyebaran virus corona bukan satu-satunya hal yang membuat IHSG bergerak terbatas pekan ini.

Dia bilang, para investor masih wait and see menunggu para emiten melaporkan laporan keuangan 2019.

‘’Sejumlah emiten masih akan melaporkan kinerja keuangan pada kuartal empat dan keseluruhan 2019, hal ini membuat investor wait and see untuk masuk, selain kekhawatiran akan penyebaran virus corona,’’ papar Wafi.

Adapun saham-saham yang layak diperhatikan antara lain, saham Bank Mandiri (BMRI), Bank Negara Indonesia (BBNI), Gudang Garam (GGRM), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Semen Indonesia (SMGR), dan Astra International (ASII).

"Bila melihat pola-pola akumulasi dari investor asing serta indikator-indikator teknikal yang masih positif, beberapa saham di atas cukup layak untuk diperhatikan," ujar Wafi.

Baca juga: Wabah Virus Corona, Ini Sektor yang Dirugikan dan Diuntungkan

Selain itu, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah selama 3 bulan berturut-turut di level 5 persen turut menjadi sentimen bagi pergerakan IHSG.

Sementara itu pekan lalu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 804,8 miliar, diantaranya saham Bank Centra Asia (BBCA), Bank Negara Indonesia (BBNI), Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Waskita Karya (WSKT), dan Matahari Department Store (LPPF).

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X