Kompas.com - 03/02/2020, 13:00 WIB
Penyebab dan dampak inflasi shutterstock.comPenyebab dan dampak inflasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai inflasi pada Januari 2020 sebesar 0,39 persen. Adapun tingkat inflasi tahun ke tahun atau year on year (yoy) sebesar 2,68 persen.

Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen dengan IHK sebesar 106,20 dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 103,61,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Suhariyanto menambahkan, dari 90 kota yang dilakukan survei, 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi.

“Deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 102,09 dan terendah terjadi di Kudus sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 103,37,” kata dia.

Baca juga: BI: Hujan Pengaruhi Harga Komoditas Penyumbang Inflasi

Suhariyanto menjelaskan, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Adapun komponen indeks kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,62 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,13 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,18 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,46 persen.

“Kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,89 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen,” ucap dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.