Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Listrik Marak, Pertamina Disarankan Fokus ke Industri dan Transportasi Massal

Kompas.com - 12/02/2020, 17:17 WIB
Rully R. Ramli,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) dinilai perlu melakukan pembenahan model bisnis guna mengantisipasi kerugian dari fenomena penggunaan kendaran bertenaga listrik secara massal.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, apabila nantinya kendaraan listrik semakin ramai digunakan, maka Pertamina perlu mengubah model bisnisnya, yang saat ini masih berfokus kepada penjualan BBM untuk kendaraan pribadi.

"Saya kira Pertamina pun harus berbenah dalam rangka menyambut mobil listrik ini. Saya melihatnya jika mobil listrik sudah menjadi produk masal maka pola bisnis Pertamina harus berubah," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Hidup Mati Mobil Listrik Eropa Bergantung Nikel

Menurutnya, perusahaan plat merah tersebut dapat beralih untuk lebih fokus memasok BBM untuk industri atau kendaraan massal.

"Mereka harus fokus ke industri dan sektor transportasi karena lebih jelas untuk penggunaanya. Transportasi seperti marine, aviation, kereta," tuturnya.

Kendati demikian, Mamit menilai transisi penggunaan BBM ke energi listrik tidak akan terjadi secara cepat. Apalagi ia menilai, kebijakan kendaraan listrik juga belum terlalu jelas.

"Saya kira mobil listrik ini masih butuh waktu untuk benar-benar bisa menjadi program utama pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin meminta kepada seluruh perusahaan plat merah, khususnya yang berada di bawah tanggung jawabnya langsung untuk melakukan perencanaan jangka panjang terkait model bisnis perseroan.

Hal ini ia nilai perlu untuk mengantisipasi kerugian akibat transisi-transisi yang bermunculan dari perkembangan zaman.

"Saya tanya mereka, rencana ke depan seperti apa," kata dia di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com