Kenapa Biaya Nikah Tidak Boleh "Ngutang"?

Kompas.com - 14/02/2020, 12:43 WIB
Ilustrasi menikah ShutterstockIlustrasi menikah

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit orang yang rela menghamburkan uangnya untuk merayakan resepsi pernikahan sekali seumur hidup dengan mewah, bahkan alternatif resepsi di hotel berbintang kerap dipilih.

Namun, tidak semua orang memiliki uang atau anggaran berlebih dalam mewujudkan impiannya menikah dengan konsep mewah.

Untuk menyikapinya, tak jarang berhutang menjadi pilihan.

Baca juga: Kenali Faktor yang Bikin Biaya Nikah Menjadi Melonjak

Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo mengatakan, pernikahan seharusnya dibiayai dengan anggaran yang dipersiapkan sebelumnya atau tanpa harus berhutang.

" Menikah adalah awal membangun rumah tangga, kehidupan pernikahan justru dimulai setelah pesta. Oleh sebab itu, biaya pernikahan sebaiknya tidak dibiayai dari utang, masih banyak tahapan kehidupan yang membutuhkan biaya,” kata Yan melalui siaran resmi, Jumat (14/2/2020).

Yan mengatakan, setelah menikah pasangan akan berhadapan dengan sejumlah kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan masa depan.

Jika pernikahan dibiayai dengan utang maka sebagian usia pernikahan akan dipenuhi tuntutan tambahan membayar utang biaya pernikahan.

Baca juga: Kenali Faktor yang Bikin Biaya Nikah Menjadi Melonjak

Urusan ini bisa saja berdampak pada relasi antar pasangan dan harus menunda kebutuhan lainnya.

“Jika ingin menikah tetapi penghasilan tidak mencukupi membiayai pesta maka mulailah hidup lebih hemat," ujarnya.

Menurut Yan, Anda bisa mulai menahan diri dengan tidak belanja yang sifatnya bukan urgensi, seperti baju, sepatu, belanja online.

Selain itu, Anda juga perlu mengurangi kebiasaan hang out di kafe, tidak tergoda promo diskon atau cashback untuk hal-hal yang bukan menjadi prioritas hidup saat ini.

“Menjelang Hari Kasih Sayang, 14 Februari, perkuat komitmen Anda untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan dengan mengatur keuangan, menyiapkan anggarannya sedetail mungkin," jelasnya.

Ia mengimbau, para milenial yang ingin menikah tidak perlu gengsi jika pendapatan tidak mencukupi untuk pesta mewah. Karena hakikat yang terpenting adalah mengerti dan memahami tujuan pernikahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X