Perang Dagang AS Eropa, AS Kenakan Tarif Impor 15 Persen untuk Airbus

Kompas.com - 17/02/2020, 07:39 WIB
Pesawat Airbus A400M Armée de lAir French Air Force terlihat di Terminal Selatan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Airbus A400M adalah sebuah pesawat transpor militer bermesin empat turboprop yang berasal dari perancis. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPesawat Airbus A400M Armée de lAir French Air Force terlihat di Terminal Selatan Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa (21/8/2018). Airbus A400M adalah sebuah pesawat transpor militer bermesin empat turboprop yang berasal dari perancis.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat memutuskan untuk menaikkan tarif impor armada pesawat produksi Airbus dari Eropa sebesar 15 persen pada 18 Maret mendatang.

Sebelumnya Amerika Serikat telah memberlakukan tarif sebesar 10 persen di Oktober lalu, ketika Washington memutuskan untuk menerapkan tarif pada produk impor asal Eropa senilai 7,5 miliar dollar AS.

Dikutip dari AFP,  pengumuman dari kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat tersebut dilakukan usai Presiden Donald Trump mengatakan soal melakukan pembicaraan perdagangan yang sangat serius dengan Uni Eropa.

Baca juga: Bos Facebook dengan Senang Hati Bayar Pajak Lebih Besar di Eropa, Mengapa?

Sebelumnya, keputusan Negeri Paman Sam untuk memberlakukan tarif hukuman atas 7,5 miliar dollar AS produk Eropa dilakukan setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memberi lampu hijau untuk mengambil langkah-langkah perdagangan pembalasan terhadap Uni Eropa yang telah memberikan subsidi kepada Airbus.

Tak hanya pesawat produksi Airbus saja, tarif juga berlaku untuk produk seperti wine, keju, kopi dan buah zaitun yang dipajaki hingga 25 persen sejak Oktober lalu.

Pelaku industi baik di Eropa maupun Amerika Serikat gelisah menunggu setiap pengumuman baru dari otoritas perdagangan.

Beberapa pihak telah meminta Trump untuk mencabut penerapan tarif terhadap beberapa produk, salah satunya produk minuman beralkohol distilasi. Pasalnya, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen untuk masing-masing kawasan.

Hal tersebut dinilai memberikan dampak negatif terhadap kondisi lapangan kerja di Negeri Paman Sam.

Baca juga: Ada Perang Dagang, Kenapa China Tak Relokasi Industri ke RI?

Namun demikian, Trump menilai tarif merupakan alat negosiasi. Setelah perang dagang dengan China yang berlangsung hingga dua tahun, Trump menyatakan pada penandatanganan perjanjian perdagangan fase satu dengan Beijing Januari lalu, apa yang dia lakukan merupakan langkah penting untuk memerbaiki kesalahan di masa lalu.

Saat Trump pun mengalihkan pandangannya ke Uni Eropa. Kondisi perdagangan kedua pihak pun masih cukup tegang lantaran Washington telah mengancam bakal memberlakukan pajak impor untuk produk mobil asal Eropa. Langkah yang berisiko untuk Jerman yang merupakan eksportir mobil terbesar Eropa.

Trump menginginkan agar negara-negara di Uni Eropa membuka pasar mereka untuk produk-produk Amerika, khususnya untuk produk hasil pertanian.

Dia pun mengancam juga bakal menaikkan traif untuk produk wine dari Prancis lebih jauh dari yang berlaku saat ini (25 persen). Kecuali, jika kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan soal pajak digital yang ingin diberlakukan negara-negara Eropa untuk raksasa teknologi seperti Amazon dan Facebook.

Baca juga: Perang Dagang, Kinerja Ekspor China Kembali Anjlok

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X