Laba BTN Anjlok 92,55 Persen, Ini Sebabnya

Kompas.com - 17/02/2020, 06:09 WIB
Karyawan dari BTN menunjukkan kemudahan mencari properti di situs rumah murah BTN, kepada pengunjung  Indonesia Properti Expo, di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/2/2020). Tahun ini ada sekitar 650 proyek properti dengan rentang harga dari Rp 140 juta hingga Rp 3 miliar, yang ditawarkan di pameran tersebut. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESKaryawan dari BTN menunjukkan kemudahan mencari properti di situs rumah murah BTN, kepada pengunjung Indonesia Properti Expo, di Jakarta Convention Center, Sabtu (15/2/2020). Tahun ini ada sekitar 650 proyek properti dengan rentang harga dari Rp 140 juta hingga Rp 3 miliar, yang ditawarkan di pameran tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2019 sepertinya tahun yang berat buat industri perbankan. Seperti yang dialami Bank Tabungan Negara ( BTN).

Tahun lalu bank BUMN ini mencatatkan laba sebesar Rp 209 miliar. Jumlah ini anjlok 92,55 persen jika dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,81 triliun.

Direktur Finance, Planning dan Tresuri Bank BTN, Nixon L. P. Napitupulu mengatakan, tahun 2019 merupakan periode yang menantang.

Kewajiban mempersiapkan implementasi aturan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 hingga pengetatan likuiditas perbankan menekan kinerja perseroan ini. Dalam rangka implementasi aturan anyar tersebut, BTN telah melakukan penyesuaian kolektibilitas kredit.

Baca juga: BTN Bidik 2,7 Juta Pengguna Mobile Banking

Penyesuaian itu, turut mengerek naik rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) sehingga memerlukan peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN).

Dengan aturan tersebut, CKPN BTN melonjak, dari semula Rp 3,3 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 6,1 triliun di tahun 2019. Jika melihat laba sebelum CKPN, laba BTN di tahun 2019 bisa mencapai Rp 4 triliun.

Selain itu, ketimbang berkali-kali restrukturisasi, BTN melakukan downgrade kredit berkualitas rendah (loan at risk), terutama di segmen komersial high rise atau apartemen. Penurunan kualitas kredit tersebut lantaran melambatnya penjualan apartemen.

"Kita melakukan beberapa aksi salah satunya pencadangan untuk memperbaiki kinerja ke depan," kata Nixon, Minggu (16/2/2020).

Baca juga: Soal Kabar Window Dressing, Ini Penjelasan BTN

Pendapatan bunga BTN tercatat Rp 25,6 triliun atau naik dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 22,81 triliun. Sayang, beban bunga juga meningkat menjadi Rp 16,54 triliun ketimbang Rp 12,62 triliun di tahun 2018. Hal ini tak lepas dari ketatnya likuiditas yang menyebabkan biaya dana meningkat.

Tahun ini BTN mengincar pertumbuhan kredit antara 8 persen-10 persen dan dana pihak ketiga antara 10 persen-15 persen. Sementara NPL gross akan dijaga di rentang 3 persen-3,5 persen. (Ahmad Febrian)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Laba BTN Terjun Hingga 92,5%, Ternyata Ini Penyebabnya

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X