Bappebti: Waspada Modus Penjualan Perangkat Lunak Trading Forex

Kompas.com - 17/02/2020, 15:18 WIB
Ilustrasi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi digital

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur terhadap penawaran perangkat lunak (software) trading forex yang belakangan ini marak diiklankan di berbagai media nasional.

“Masyarakat sebaiknya waspada terhadap penawaran yang menggiurkan dari perusahaan penjual produk perangkat lunak tersebut. Selain harus bersikap rasional, masyakarat juga diimbau mempelajari terlebih dahulu jenis-jenis investasi yang aman," ujar Kepala Bappebti Tjahya Widayanti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (17/2/2020).

"Bappebti tegas tidak pernah memberikan izin atau sejenisnya kepada produk perangkat lunak tersebut,” lanjut dia.

Baca juga: Kenali, Mitos dan Fakta Seputar “Forex Trading”

Dalam praktiknya, terdapat beberapa perusahaan penjual perangkat lunak trading forex yang memfasilitasi pengguna untuk membuka rekening di pialang berjangka yang sudah mendapatkan izin dan diawasi Bappebti.

Melalui penawaran yang dilakukan, masyarakat disuguhi berbagai penawaran investasi yang menggiurkan jika menggunakan perangkat lunak tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan penjual juga menyampaikan perangkat lunak tersebut dapat menganalisis data transaksi forex beberapa tahun sebelumnya, serta dapat melakukan investasi secara otomatis (auto pilot) dan memberikan keuntungan yang besar tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari calon investornya.

“Untuk mencegah kerugian di masyarakat, Bappebti kini telah meminta lembaga penyiaran untuk berkoordinasi lebih dahulu sebelum menyiarkan informasi terkait perdagangan berjangka komoditi," ujar Tjahya.

Pun masyarakat diminta untuk selalu mempelajari terlebih dahulu kredibilitas perusahaan dan memastikan aspek legalitas perusahaan sebelum melakukan investasi.

Baca juga: Binomo Investasi Bodong? Ini Kata Bappebti dan Satgas Waspada Investasi

Selama tahun 2019, Bappebti telah bersikap tegas dengan membokir ratusan perusahaan yang dianggap melakukan promosi dengan menggunakan domain pialang berjangka ilegal.

Selanjutnya, sebagai regulator di bidang perdagangan berjangka komoditi, Bappebti telah mengunggah daftar legalitas pialang berjangka di situs resmi Bappebti.

Sementara itu, Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti M Syist mengatakan, Bappebti telah mengenalkan kepada masyarakat metode 7P yang dapat dilakukan sebelum melakukan investasi di bidang perdagangan berjangka komoditi.

Metode 7P yang perlu dilakukan masyarakat yaitu, pelajari latar belakang perusahaan yang menawarkan untuk transaksi, pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan.

Kemudian, masyarakat harus pantang percaya dengan janji-janji keuntungan yang tinggi, pelajari wakil pialang berjangka yang telah berizin dari Bappebti, pelajari dokumen-dokumen perjanjianya, serta pelajari risiko yang dihadapi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

BrandzView
Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Whats New
Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Rilis
Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Whats New
Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN,  Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN, Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Whats New
Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Rilis
AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

Whats New
Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Whats New
Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Work Smart
Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Whats New
Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rilis
Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Rilis
IOG 2021 Hasilkan 41 Kesepakan Jual Beli Gas Bumi Senilai 3,26 Miliar Dollar AS

IOG 2021 Hasilkan 41 Kesepakan Jual Beli Gas Bumi Senilai 3,26 Miliar Dollar AS

Whats New
Kemenperin Gelar Pekan Vokasi Industri

Kemenperin Gelar Pekan Vokasi Industri

Whats New
Dukung Pemerintah Atasi Perubahan Iklim, Komitmen APRIL2030 Catatkan Kemajuan Nyata

Dukung Pemerintah Atasi Perubahan Iklim, Komitmen APRIL2030 Catatkan Kemajuan Nyata

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.