Sri Mulyani Minta BKPM Genjot Kinerja Investasi di 2020

Kompas.com - 17/02/2020, 15:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (30/1/2020).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kinerja ekonomi Indonesia di 2020 cukup tertekan.

Hal tersebut ditunjukkan dengan pertumbuhan konsumsi yang hanya sebesar 4,97 persen dan pertumbuhan investasi PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) yang hanya tumbuh 4,06 persen.

Padahal, dirinya berharap di 2019 PMTB bisa tumbuh di kisaran 6 persen.

"Momentum pemelaman di kuartal kedua tahun lalu. Di 2019, konsumsi tumbuh sedikit di bawah 5 persen. Investasi tahun lalu di kuartal IV hanya tumbuh 4,06 persen, padahal kami harap bisa tumbuh di 6 persen," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Yakinkan Investor, Omnibus Law Bisa Redam Gejolak Ekonomi Global

Melihat kondisi tersebut, Sri Mulyani pun meminta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk meningkatkan kinerja investasi. Pasalnya Kementerian Keuangan telah melimpahkan tugas pemberian insentif fiskal berupa tax holiday kepada BKPM.

Setidaknya terdapat 18 area yang berhak mendapatkan tax holiday dan saat ini kewenangan tersebut telah dilimpahkan kepada BKPM.

"Sehingga Anda tidak perlu datang ke kami untuk tax holiday. Ini semua sudah didelegasikan. Sekarang bolanya ada di tempat Pak Bahlil. Kami berharap tentu bisa langsung mencetak gol setelahnya," ujar dia.

Baca juga: Lagi, Milenial Jadi Investor Terbanyak Seri Surat Utang Negara Ini

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X