Ada Corona, Apa Kabar Investasi Pabrik Susu China di Indonesia?

Kompas.com - 17/02/2020, 15:41 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona yang terus memakan korban sejak awal tahun turut memengaruhi iklim bisnis dan investasi global.

Padahal awal 2020, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia baru saja bertemu dengan produsen susu nomor satu di China, Yili Group.

Saat bertemu dengan Bahlil di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss Chairman Yili Group Pan Gang mengaku ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi makanan dan minuman olahan susu.

Baca juga: Ekspor Impor Januari ke dan dari China Merosot, Akibat Virus Corona?

Bahlil pun mengatakan, hingga saat ini proses investasi perusahaan susu tersebut masih berlanjut di Indonesia.

"Nggak (berpengaruh) mereka sampai sekarang jalan. Yang Yili itu masih jalan," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (17/1/2020).

Lebih lanjut Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut mengatakan proses investasi baru akan terganggu ketika ada hal-hal yang membuat sumber daya produksi seperti tenaga ahli dan mesin tidak bisa masuk ke Indonesia.

Baca juga: Menteri KKP: Pencurian Ikan ke Depan Akan Lebih Modern

Namun demikian, Bahlil pun masih mengantisipasi jika memang akhirnya dampak wabah virus corona terjadi secara berkepanjangan.

"Saya katakan begini, investasi akan terganggu kalau tenaga ahli mereka nggak bisa ke Indonesia, mesin nggak bisa ke Indonesia sehingga mereka tidak bisa aktifitas," ujar dia.

"Kalau sampai Maret nggak clear akan ada dampaknya tapi kalau sejauh ini clear. Kita optimistis lah," ujar dia.

Baca juga: Bea Cukai Lelang Onderdil Moge Sitaan Negara, Tertarik?

Tahun ini BKPM menargetkan realisasi investasi Indonesia bisa mencapai Rp 886 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari realisasi investasi di 2019 yang sebesar Rp 809,6 triliun.

Bahlil pun optimistis target tersebut bisa tercapai jika berkaca dari realisasi tahun lalu di tengah kondisi perekonomian yang tidak pasti.

"Realisasi investasi melampaui target dari Rp 792 triliun menjadi Rp 809,6 triliun. Jika berkaca dari apa yang terjadi di 2019 untuk 2020 realisasi investasi ditargetkan di 2020 itu Rp 886 triliun. Kalau ditanya optimis atau engga saya mengatakan dari beberapa data BKPM dan potensi investasi yang akan direalisasikan. Maka insyaAllah akan mencapai target," ujar dia.

Baca juga: Jadi Kenyataan, Kini Bayar Uang SPP Bisa Pakai GoPay



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X