Sucofindo Ditunjuk Jadi Lembaga Pemeriksa Halal oleh Kemenag

Kompas.com - 21/02/2020, 17:01 WIB
Situs Sucofindo https://www.sucofindo.co.id/Situs Sucofindo

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sucofindo (Persero) ditugaskan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag).

Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan, penugasan ini menambah cakupan sektor layanan perusahaan yaitu sektor pemastian industri halal di Indonesia.

“Amanah akan kami jalankan secara profesional, penuh tanggung jawab, berintegritas, sehingga mampu menjadi bahan pertimbangan dalam keputusan sertifikasi halal yang dikelola oleh BPJPH setelah mendapat fatwa halal oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI),” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: AS Cabut RI dari Daftar Negara Berkembang, Ini Kata Pemerintah

Saat ini menurut Sucofindo, pemerintah sedang mengembangkan Industri halal salah sagtunya dengan mengubah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Perubahan ini membuat KNEKS kini membidangi ekonomi syariah secara menyeluruh hingga industri riil. Dasar hukumnya yakni Perpres Nomor 28 Tahun 2020.

Hal ini tak lepas dari potensi industri halal yang sangat besar. Potensi ini juga berarti peluang bagi jasa pemastian untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan dan menguatkannya.

“Kesempatan ini harus dioptimalkan oleh kami, agar menjadi salah satu sumber pendapatan perusahaan," kata Bachder.

Baca juga: Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikasi Halal buat UKM, Ini Kata MUI

Sucofindo juga sedang menyiapkan dan mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh unit layanan. Hal ini dinilai penting agar target melayani industri halal di setiap lokasi bisa terwujud.

Sementara itu Kepala BPJPH Kementerian Agama, Sukoso mengatakan, penugasan ini ditetapkan berdasarkan peninjauan tim ahli BPJPH terhadap kapasitas dan kapabilitas Sucofindo.

“Sucofindo telah kami verifikasi memiliki pengalaman panjang dalam pemastian industri halal, yaitu memiliki laboratorium khusus untuk Halal, serta jangkauan cabang dan laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia," kata dia.

Ia berharap dengan pengalaman lebih 63 tahun di bidang pengujian, inspeksi dan sertifikasi, Sucofindo mampu memberikan mekanisme yang lebih baik dan memperbaiki kinerja untuk kemajuan industri halal Indonesia.

Baca juga: Kelulusan SKD CPNS Bakal Diumumkan pada Pertengahan Maret

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Unrealized Loss Bisa Terjadi Pada Setiap Investor Pasar Modal, Begini Penjelasannya

Whats New
Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Pemerintah Targetkan 600.000 Unit Kendaraan Berbasis Listrik pada 2030

Whats New
Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Bertemu 5 Mantan Menteri BUMN, Erick Thohir: Diskusinya Berkesan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X