JAKARTA, KOMPAS.com - Bila Donald Trump terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), mempengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia.
Hal ini dikemukakan oleh Presiden Direktur Succor Asset Managament, Jemmy Paul Wawointana.
Pasalnya, segala keputusannya yang kontroversial kerap membuat saham, nilai tukar rupiah, serta harga minyak bergejolak.
"Kalau Trump terpilih lagi, marketnya bagimana? Kalau menurut saya, lost lap 2021 US akan resesi," katanya di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (21/2/2020).
Baca juga: Michael Bloomberg: Saya Rela Habiskan Kekayaan demi Singkirkan Trump
Menurut Jemmy, selama berlangsungnya Pilpres AS, ada optimisme di pasar bahwa saham bakal menguat. Selain itu, jika Donald Trump akhirnya kandas tak menjadi pemenang, maka penguatan market akan berlanjut.
"Kalau yang terpilih bukan Trump, mungkin 2021 akan diusahakan supaya kebijakan ekonominya tidak terlalu berhasil," katanya.
Donald Trump berencana untuk mengumumkan kampanye maju dalam pemilihan presiden AS 2020 pada 18 Juni mendatang di Florida.
Melalui akun Twitter-nya, Trump menuliskan bakal membuat pengumuman maju dalam pilpres AS 2020 bersama istri, serta Wakil Presiden Mike Pence dan istri.
Pilpres AS dijadwalkan akan berlangsung 3 November 2020, akan menjadi pemilihan umum Presiden AS empat tahunan yang ke-59.
Para pemilih akan memilih elektoral kepresidenan yang pada gilirannya pada 14 Desember 2020.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.