Kompas.com - 26/02/2020, 13:16 WIB
Perbedaan uang asli (atas) dengan uang palsu (bawah) yang disita dari komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Mapolsektro Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARPerbedaan uang asli (atas) dengan uang palsu (bawah) yang disita dari komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Mapolsektro Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyebut peredaran uang rupiah palsu hingga tahun 2019 telah menurun.

Menurunnya peredaran uang palsu diukur dari rasio peredaran uang lembar per 1 juta atau piece per million (ppm).

Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti mengatakan, peredaran uang rupiah palsu sebagai tolok ukur tingkat pemalsuan uang pada 2019 hanya tercatat sebesar 8 lembar per 1 juta uang yang beredar (ppm).

Baca juga: BI dan Polri Musnahkan 50.087 Lembar Uang Palsu

Artinya, rasio tersebut menunjukkan dalam setiap Rp 1 juta lembar uang rupiah yang diedarkan, ditemukan 8 lembar uang rupiah palsu.

"Tahun 2019 tercatat hanya 8 piece per million, atau hanya ditemukan 8 uang palsu dari Rp 1 juta uang yang kita edarkan," kata Yudi di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Bila dibandingkan pada 2015, terjadi penurunan sebanyak 3 piece per million. Pasalnya pada tahun 2015, ditemukan 11 lembar uang rupiah dari setiap Rp 1 juta lembar uang rupiah yang diedarkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan Yudi menilai, peredaran rupiah paling relatif lebih baik dibanding negara-negara kawasan lain. Dia kemudian membandingkan peredaran rupiah palsu dengan dollar AS maupun poundsterling Inggris dan Euro.

"Dollar Amerika kemudian poundsterling Inggris atau euro itu tingkat pemalsuannya sudah ratusan per juta. Jadi kita cukup baik," jelas Yudi.

Baca juga: BI Klaim Peredaran Uang Palsu Menurun

Adapun untuk meminimalisir peredaran uang, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk melakukan klarifikasi kepada BI jika memiliki keraguan akan keaslian uang.

Pelaporan bisa juga melalui kepolisian bila menemukan adanya tindak pidana pemalsuan uang rupiah di lingkungan masing-masing

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan 3D (dilihat, diraba, diterawang), senantiasa menjaga dan merawat rupiah agar semakin mudah mengenali keasliannya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Simak, Begini Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X