Sri Mulyani soal Insentif Pariwisata: Tetap Jadi, Tetapi Lihat Sikon

Kompas.com - 05/03/2020, 14:49 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemberian insentif pariwisata perlu melihat efektifitas dan waktu yang sesuai dengan kondisi di Tanah Air.

Dia bilang, jika waktu saat ini tidak memungkinkan, bisa saja pemberian insentif mundur dari waktu yang telah ditetapkan.

"Enggak, kita lihat efektifitas saja. Kalau memang timing-nya enggak tepat, bisa dimundurkan. Kita fleksibel terhadap situasi demand di industrinya," kata Sri Mulyani usai rapat koordinasi bersama perbankan di Gedung OJK, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Pemerintah Tunda Insentif Pariwisata untuk Turis Asing, Termasuk Anggaran Influencer

Kendati demikian, wanita yang kerap disapa Ani ini menegaskan, pengampunan pajak hotel dan restoran tetap diberlakukan. Saat ini, pemerintah masih mempersiapkan dan membahasnya bersama Kementerian Dalam Negeri juga Pemerintah Daerah.

"Kalau yang efektivitas penurunan pajak hotel dan restoran tetap kita lakukan. Kalau tarif diskon lainnya juga kita lihat sesuai persiapan," sebutnya.

Adapun insentif pariwisata yang diberikan pemerintah antara lain, pengampunan pajak hotel dan restoran, pemberian diskon tiket pesawat untuk wisatawan lokal, dan pemberian diskon penerbangan untuk wisatawan mancanegara.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengatakan, penerapan kebijakan stimulus sektor pariwisata yang ditujukan kepada wisatawan macanegara (wisman) baru akan dilakukan hingga virus corona mereda dan suasana kembali kondusif.

Baca juga: Insentif untuk Turis Asing Ditunda, Ini Kata Sri Mulyani

Wishnutama menuturkan, hal terpenting dalam kondisi saat ini adalah mengutamakan penanganan dan antisipasi agar virus corona tidak semakin meluas.

Pihaknya juga sangat prihatin atas semakin meluasnya virus yang pertama kali dilaporkan terjadi di Wuhan, China.

"Sementara ini, kami akan lebih memfokuskan program pada penanganan wisman yang masuk ke destinasi Indonesia saat dimulainya periode penyebaran virus dimaksud, menambah peningkatan kualitas destinasi pariwisata melalui environment sustainability, health and hygiene, dan safety and security,” tutur Wishnutama.

Baca juga: Pemerintah Guyur Insentif Tangkal Corona, Defisit APBN Bakal Melebar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X